Alasan #1 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas

Seringkali Anda tidak mengangkat telponnya, bahkan tidak membalas SMS-nya dan Anda tidak pernah mau menghubunginya duluan. Ketika diajak makan malam, Anda selalu berkata, “Nanti aku kabarin lagi..” Si pria menunggu dan menunggu, tapi Anda tidak kunjung memberi kabar karena Anda ingin ia yang menghubungi Anda lagi, agar terlihat seolah-olah ia yang lebih membutuhkan Anda. Dan ketika sedang pergi berdua, Anda sibuk dengan Blackberry dan Facebook, tidak pernah memulai percakapan duluan ataupun bertanya mengenai dirinya.

Semua  aksi ‘jual mahal’ ini Anda lakukan padahal dalam hati Anda tahu bahwa Anda tertarik padanya! Anda ingin agar ia terus mengejar Anda dan berusaha habis-habisan, mati-matian..  agar ia menunjukkan seberapa besar niatnya kepada Anda. Karena Anda sudah begitu terbiasa dengan pria-pria lossy nan ngarep yang mengejar Anda, maka Anda pikir tindakan Anda itu normal. Anda pikir Anda bisa memperlakukan pria glossy yang berkualitas  sama seperti Anda memperlakukan pria lossy.

Tapi Apakah pernah terpikir oleh Anda, apa yang ada dalam benak si pria ketika menghadapi wanita seperti Anda?

Apakah menurut Anda seorang pria berkualitas, yang berkarakter, mapan secara material dan emosional, berprinsip kuat dan memiliki nilai-nilai dalam dirinya, siap menikah dan berkeluarga, seorang pria yang diinginkan oleh banyak wanita, akan bersedia menjalani ujian kekanakan dan egois macam itu?

Apakah dengan bersikap seperti itu Anda pikir Anda dapat masuk ke dalam kategori ‘calon istri idaman’ yang selama ini dicari olehnya?

Jelas tidak! Anda pasti sedang berdelusi jika Anda pikir semua sikap ‘jual mahal’ yang dilakukan secara ekstrim akan menarik pria yang berkualitas dalam hidup Anda.

Dia akan pergi, dan menarik kembali semua kesempatan yang telah diberikannya pada Anda. Lalu seolah-olah Anda tidak melakukan apapun yang membuat dia pergi menjauh, Anda akan menghibur diri Anda dengan berkata, “Tuh bener kan.. dia gak serius. Semua pria memang sama..”

Itu sebabnya selama ini yang tersisa di sekeliling Anda hanyalah pria-pria lossy yang ngarep pada Anda, dan pria-pria yang hanya ingin menjadikan Anda sebagai ‘piala ego’ apabila mereka berhasil menaklukkan Anda. Karena hanya pria-pria itulah yang akan terus memuja, menjilat, mengemis, mengejar habis-habisan dan berusaha mati-matian. Pria-pria yang buta akan keegoisan Anda dan dengan senang hati rela diperlakukan sedemikian rupa.

Dan akhirnya Anda mengeluh pada semua orang, betapa sulitnya menemukan pria berkualitas yang cocok dengan Anda. Saya harap sekarang Anda dapat menyadari betapa absurdnya pernyataan Anda itu!

Dan karena hanya mereka saja pilihan yang ada di depan Anda, maka Anda akhirnya memilih salah satu dari mereka. Mungkin yang paling baik hati, atau yang paling ganteng, atau yang paling mapan secara finansial, dan memaksakan diri Anda untuk menimbulkan rasa cinta dalam hati Anda. Kalau sudah begitu, ada dua kemungkinan yang biasanya terjadi: Anda akan terus menjalin hubungan tanpa rasa cinta, mungkin terus hingga menikah dan berkeluarga; atau Anda akan memutuskan hubungan dan mengulangi lagi siklus di atas.

Sebuah siklus yang melelahkan..

Ingat, saya tidak mendorong Anda untuk menjadi wanita murahan. Sama sekali tidak!

Hanya saja, dengan ‘jual mahal’ secara berlebihan, Anda akan kehilangan begitu banyak kesempatan berharga yang selama ini selalu Anda cari. Apabila Anda ingin menemukan pria berkualitas yang cocok dengan Anda, sangat penting bagi Anda untuk mengkalibrasi kadar ‘jual mahal’ Anda dan memikirkan kembali sikap Anda dalam dinamika romansa.

Bagi para pembaca wanita, pertanyaan saya adalah: apa pelajaran yang Anda dapatkan dari entri blog kali ini? Dan bagi para pembaca pria: apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah ini?

Apabila Anda merasa tulisan ini dapat membantu permasalahan sahabat, saudara atau kenalan Anda, jangan lupa forward entri ini atau beritahu alamat blog ini pada mereka.

Sahabat Anda,

Kei Savourie

*Semua cerita di blog ini adalah kisah nyata, tapi semua nama disamarkan untuk melindungi privasi orang-orang yang bersangkutan.


Baca juga:

Alasan #2 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas

Wanita vs. Pria

Halaman-halaman: 1 2

90 Tanggapan ke “Alasan #1 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas”


  1. 1 sincere September 1, 2010 pada 3:58 PM

    hay kei.. its nice topic man
    “jual mahal” its the key word..
    kadang gua juga suka merenuung ketika gua lagi mengendarai motor tentang masalah ini..ga tau kenapa, gagasan2 paling cpet keluar kalau lagi naik motor. hehe
    buat tambahan aja, sebenarnya cwe yang terlalu jual mahal tuh insecure… jauh didalam dirinya tersimpan rasa takut yg berlebihan akan semua kejelekan2 yg dia punya diketahui oleh cwo.. jd bukan selalu karena status yg tinggi yang membuat cwe untuk terlalu jual mahal.yg pasti. kasian juga pada akhirnya pabila their full of pretending make the men tired of chasing them..
    but its their choice .. and and every choice has a qonsequences..

    but anyway, its pleasure reading ur article kei.. i hope i can make good artice just like ya did someday.

  2. 3 Doni Agustus 23, 2010 pada 5:24 AM

    Menarik jg gan bacaan n komentar nya. Mau copas di catetan fb saya aja gan biar cewek2 mata n pikiran nya pd melek. Thank gan.

  3. 5 Horas bro! Mei 16, 2010 pada 2:00 AM

    Dan diantara tanda2 kebesaranNYA Dia ciptakan pasanganmu dari jenismu sendiri,agar kamu cenderung tenang bersamanya(QS.ARRA’DU verse 21)…bener banget kei,kalau diterapin all the hitman system,maka kitalah sbg pria yg harus menentukan apakah wanita2 tsb emang tergolong jenis yg sekufu(sejenis)dgn kita,tanda2nya scra spesifik,ngerasa tenang gak sewaktu kita sdg brsama wanita itu,kalau gak yah berarti she isnt worth it dan gak se “spesies”dgn pria tsb.wanita yg glossy adalah dia yg mampu mjd “pakaian”utk melengkapi kekurangan pria,dan pria yg glossy adalah dia y mampu utk mjd”pakaian”bagi wanita utk melengkapi kekurangan wanita…thanks banget key,dgn adanya hs dan artikel2nya laksana tulisan R.A.kartini “habis gelap terbitlah terang”…andai kbnyakan wanita memahami betapa Tuhan telah memuliakan mereka dgn menitipkan namaNYA (Ar RAHIM/MAHA PENYAYANG)dlm khdpan mereka yaitu sbtan yg sama utk organ reproduksi mereka(uterus/rahim),mgkn kbnykn dari mrka tdk perlu trlalu jual mahal skdr utk meninggi2kan diri melebihi yg sewajarnya di nilai akal sehat kita sbg pria..thanks a lot key..

  4. 7 fascinatingwords April 2, 2010 pada 12:21 PM

    dimana2 yg berlebihan memang ga bagus. Gw pikir wanita pada dasarnya memang suka diperhatikan tp kalo yg jual mahal berlebihan kaya gitu mah mang ‘something wrong’ with the woman. Kalo kata cewe barang ga cocok pergi ke toko sebelah…kekeke..

    • 8 Kei Savourie April 4, 2010 pada 9:41 PM

      Barang gak cocok pergi ke toko sebelah.. memang benar, masalahnya begitu ketemu barang yang cocok pun bakalan ditawar habis-habisan dan bersikap seolah-olah gak pengen sama barangnya biar makin murah tuh barang haha..

  5. 9 Confidence April 2, 2010 pada 12:35 AM

    WOW ! Manatap bro ! G suka ama kata2 lo yg ini,kerenn abizzz ;-)

    “Semua aksi ‘jual mahal’ ini Anda lakukan padahal dalam hati Anda tahu bahwa Anda tertarik padanya! Anda ingin agar ia terus mengejar Anda dan berusaha habis-habisan, mati-matian.. agar ia menunjukkan seberapa besar niatnya kepada Anda. Karena Anda sudah begitu terbiasa dengan pria-pria lossy nan ngarep yang mengejar Anda, maka Anda pikir tindakan Anda itu normal. Anda pikir Anda bisa memperlakukan pria glossy yang berkualitas sama seperti Anda memperlakukan pria lossy.”

  6. 11 Ph!duT April 1, 2010 pada 1:36 PM

    setuju bangettt……..

  7. 13 shin April 1, 2010 pada 12:36 PM

    setuju bro…. jangan terlalu jual mahal….. i like ur posting….

  8. 15 magneto royale Maret 10, 2010 pada 2:24 PM

    wow tersentak gw bacanya , ternyata begitu parahnya cewe yang populer dikelilingi cowo lossy , gw harap hitman system bisa merubah paradigma semua cowo lossy agar tidak semakin bertambah cewe-cewe yang demikian.

    thanks kei lo ngingetin gw agar gw juga gak terlalu jual mahal yang akhirnya bikin cewe capek ngejar-ngejar . inilah alasan mengapa gw jomblo karena gw takut memulai duluan , berkat HS gw jadi berani untuk mulai duluan tp gak murahan

  9. 17 kamikaze Maret 9, 2010 pada 12:24 PM

    G dulu pernah pny ce yg suka jual mahal, playing hard-to-get seolah2 karirnya jauuuhhh lbh penting drpd g. Krn susah diajak serius akhirnya g mnyadri bhw ada banyak ce2 single lain di sekeliling g dan MULAI MEMBANDINGKAN ce-jual-mahal dg ce2 lain yg menarik perhatian g (untung ruginya kalo g jd beneran ama dia atau dg yg lain, ha-ha-ha). Bukan berarti ce-ce lain itu pny kelakuan spt ce murahan — klo kita membuka mata dan hati lebar2 kita bs liat lah mana ce yg memang punya kualitas baik tanpa hrs menutup-nutup diri n gak membuat co2 hrs berusaha setengah mati cuma utk bisa dinner ama dia, mis (perhatian: ini berlaku sama buat co2 yg suka jual mahal). Jd g membandingkan kualitas2 baik (dan buruk jg dong) yg ada pd dia dg ce2 lain dan menilai whether it worthed my effort to play her game. Ya stlh pikir panjang pendek akhirnya g rasa gak worth it banget, bikin cape hati dan jiwa. Malah playing hard-to-get bisa membangkitkan kecurigaan jangan2 ce ini menyembunyikan sst yg serius (yg kita cuma bisa tau stlh sah ngucap janji sehidup semati … surprise! dan itu sdh “terlambat”) n memberi kesan ni ce gak PD banget. Dan ce pilihan g jg cukup cerdas utk melakukan apa yg g lakukan (membanding2kan kualitas co2 yg suka pamer, jual mahal, sok cakep, sok pinter dll dan menjatuhkan pilihan bkn berdasarkan hal2 fisik semata). Dia bkn ce yg GAK pny kelemahan, bkn ce tercantik ala Miss Universe tp bwat g she’s pretty and has a good heart and I made the right decision. Sorry curcol.

    • 18 Kei Savourie Maret 9, 2010 pada 3:53 PM

      Senang sekali mendengar Anda telah bertemu dengan wanita yang tepat untuk Anda. Saya doakan agar hubungan Anda terus langgeng dan berbahagia. Terima kasih sudah mampir ke sini =)

  10. 19 Belle de Jour Maret 9, 2010 pada 7:40 AM

    Interesting & insightful article, Kei! you’ve pretty much described me & my current situation as a female. I’ve been told by men that i’m one of those “limited-edition” ladies with those desirable qualities – attractive, smart, independent, with good career. yes, i feel special because i’ve been treated that way most of the time. oh btw, i don’t act like i’m above everyone else nor do i play with my blackberry constantly lho yahh. I try to respect the people whom i’m spending my time with.. :)

    I couldn’t help agreeing with some points in your writing. However, as an old-fashioned girl I still find it nice to be courted by men or when you gentlemen are the ones making the first moves. I don’t need you to pay for me all the time, though it’s nice to be taken care of (especially on the first few dates). BUT if I went out with the so-called high quality guys who strictly follow your HS method (i.e. dilarang membayari wanita, dilarang kontak sering2, dilarang nembak duluan, etc) I would also feel uncomfortable and might become resentful as I wouldn’t feel that special anymore. If you guys withdrew or played ‘jual mahal’ in order to make me feel more attraction and come to you, I could only presume that you’re just not that serious to begin with or losing interest in me. It’s just unromantic if i need to declare my feelings first, rite..? *sigh* Helpp, i also don’t want to end up with lossy guys..!

    • 20 Kei Savourie Maret 9, 2010 pada 4:08 PM

      It’s always nice to read a comment from open minded women.

      In Hitman System we do teach men to initiate all the moves, simply because it’s our job as men to lead and to bear the risk of rejections. Regarding your objection towards our method (dilarang ini dan itu), actually we never strictly forbid men to do those chivalrous deeds. The key-word is: moderately.

      If you need my help, you can always contact me personally and we can discuss your problems over coffee. Your treat.

      • 21 Belle de Jour Maret 10, 2010 pada 9:53 AM

        Haha.. sure. Next time if I’m in indo, I’ll let you know.

        In the meantime, please keep writing. I really enjoy reading your posts.

  11. 22 sms cinta romantis Maret 8, 2010 pada 3:46 AM

    jual mahal tu
    saya setuju banget hehe

  12. 24 dion Maret 5, 2010 pada 9:50 PM

    maaf mas kei .. saya sudah pesen AAN sejak tanggal 16 feb tapi hingga sekarang 06-03-2010 belum ada kabar. sedah berkali kali saya email tapi ngak ada respon. mohonbantuannya mas
    maaf jika komen ini salah tempat
    ttd
    dion
    08813173031 ( only sms )

  13. 26 ujexx Maret 4, 2010 pada 9:23 PM

    wanita wanita yang sesungguhnya sudah semakin langka saat ini….

  14. 28 emyou Maret 4, 2010 pada 1:11 PM

    huahahhahaha… gw tertohok banget nih

    bukannya jual mahal, selektif aja hehehehe….

  15. 30 karsy Maret 3, 2010 pada 10:27 PM

    Seprti itukah..? apakah setelah jdi cow glossy pun ,kita gak bisa tuk mejinakkan hatinya?
    Bro ..thanks berat buat artikel2 sebelumnya yg udah nyadarin arti cow sebenarnya,
    Btw,apakah anda jg seorang praktisi NLP?
    Di tunggu artikel2 menarik lainnya..
    thanks.

    • 31 Kei Savourie Maret 4, 2010 pada 2:46 PM

      Bukan masalah glossy atau tidak.. ini sudah masalah deviasi sosial.

      Saya bukan praktisi NLP tapi saya cukup mempelajari soal NLP dari sahabat saya, Lex dePraxis.

      Thanks for reading =)

  16. 32 Cross van Damn Maret 3, 2010 pada 10:26 AM

    Waw, artikel yang “Kei banget” bro.. Blognya keren, pembahasannya jadi lebih spesifik.. Btw kapan Jet nyusul ya?? ^^v

  17. 34 LeeNa Maret 2, 2010 pada 9:06 PM

    Wah wah kebanyakan yang pada comment co co semua y…

    Sejujurnya saya sendiri sedang mencari alasan mengapa orang memutuskan menikah dan bagaimana mereka memiliki keyakinan “He/She is my soulmate”

    Karena secara pribadi uda sering banyak denger pengalaman orang2 disekitar yang menikahi wanita / pria yang salah

    Apakah feeling berperan besar dlm keputusan ini???

    • 35 Galyn Maret 3, 2010 pada 10:13 AM

      wow,

      LenNa, menarik apa yang anda tanyakan tentang feeling, ok coba kita tanya ke diri kita dahulu, seberapa besar dan kuat kita punya feeling? seberapa sering kita pake feeling? seberapa akurat jika kita pake feeling dalam menentukan keputusan? itu jika anda tanyakan tentang penggunaan feeling dalam peranan keputusan yang anda maksud.

      keep reading this blog, anda akan menemukan jawabanya…trust this!

      • 36 Kei Savourie Maret 3, 2010 pada 4:27 PM

        @LeeNa: Dewasa ini, kebanyakan orang memutuskan untuk menikah karena alasan SECURITY. Feelings dan cinta biasanya hanya menjadi nomer kesekian. Saya akan mencoba untuk menulis tentang hal ini nanti.. Thanks buat komentarnya.

        @Galyn: Thanks dah mampir, bro!

    • 37 Gimsy Agustus 1, 2010 pada 5:46 AM

      kalo menurut saya, rasa “menyesal” itu pasti ada. itu wajar.

      contohnya saat anda pengen sebuah hape, anda beli, lalu anda liat di koran, ada hape yang lebih bagus, anda nyesel.. dan bilang salah beli hape…

      diatas langit masi ada langit.. oleh karena itu kita perlu “standar” yang kita terapkan sejak awal. jadi kita tahu kapan yes dan no.

      tapi standar ini jangan terlalu ketat, juga jangan terlalu longgar. karena segala yang terlalu itu tidak baik. hehe..

      dan kalau suda dapet sesuai standard.. bersyukurlah.. meskipun penyesalan bakal muncul.

      Gimsy
      -yang sedang gak respek ama orang yg uda menikah malah bilang pernikahannya salah-

  18. 38 Val Maret 2, 2010 pada 5:31 PM

    Keren banget Kei..
    gw kasih artikel ini ke SEMUA cewe2 inflasi,biar pada kebuka matanya!!

  19. 40 Rully Maret 2, 2010 pada 5:03 PM

    kunjungan perdana

    salam dari Bandung
    Rully Herdita

  20. 42 Henzo Maret 2, 2010 pada 4:49 PM

    wanita model begini pasti akan selalu ada sepanjang umur dunia,dan tugas kita cuma satu “ga usah di pedulikan,cuekin aja” cari aja cewe lain yg bisa melihat kualitas kita,krn sepengalaman gw biasanya cewe begini ujung2nya justru nikah ama pria2 yg biasa.kita adalah pria2 berkualitas tugas mereka dong yg mengejar kita,perasaan gw yg butuh kawin tuh perempuan,tugas kita menikmati kehidupan yg di berikan Tuhan,so..ada yg mau ikut gw bungee jumping hehehehe

  21. 44 kdx Maret 2, 2010 pada 2:03 PM

    artikel tingkat tinggi…mantap bro!!
    lanjutkan!!

  22. 46 Maxnine Maret 2, 2010 pada 1:53 PM

    What an awesome article! Makan tuh jual mahal :P

  23. 48 erwin Maret 1, 2010 pada 11:30 PM

    Ya udah bro…Hitman System kayaknya perlu mengundang Professor pembuat mesin waktu…biar pria-pria glossy bisa balik lagi ke djaman doeloe di mana wanita adalah wanita dan pria adalah pria…siapa tahu kita bisa ketemu bokap dan nyokap kita….(tapi jangan kita jangan jadi orang ketiga di anatara mereka mwehehehe)…
    Iya bro…betul juga nih artikelnya..wanita cuma mau enaknya aja..sekarang sudah susah mencari wanita yang pandai masak, ramah dan tahu bersikap seperti wanita….

  24. 50 Adi Levioza Maret 1, 2010 pada 10:38 PM

    Lho, bukanya wanita tu ada batas kadaluarsanya big brother ? Apa memang pria berkualitas zaman sekarang susah dicari ya ?

    ( Blm ketemu kei kali ya :) )

    Salam dari Jogja bro :)

    jva-marketing.blogspot.com

  25. 52 debodor Maret 1, 2010 pada 9:12 PM

    yap bener tuh bro perempuan yang sekolah tinggi,punya jabatan,cantik dia nyari cowo yang lebih tinggi tingkat sosialnya pendek kata cowonya harus lebih dari dia (bro dateng ya ke blog ku dan kasih komentar thanks bro !)

  26. 54 vix berry Maret 1, 2010 pada 5:13 PM

    oh bener bro, g udah experiment kemarin ajakin fu g ke singapore..
    and mereka , enggak tau juga apa yg mereka cari…

  27. 57 Kusa Maret 1, 2010 pada 2:58 PM

    hmmmm… topik yang interesting bro
    ga dipungkiri budaya turut andil membentuk perilaku JAIM cewe2

    Fighting, Kei and save the WORLD ^^

  28. 59 Kusa Maret 1, 2010 pada 2:50 PM

    wanita berkualitas??
    hmmmm. I smell Hitwoman Syatem…. ~^^~

    Maju terus Kei, save the WORLD!… :)

    dalam proses menjadi pria berkualitas,
    Kusa Stark

  29. 61 Alang Chow Maret 1, 2010 pada 1:33 AM

    Oke..
    Tapi kalau soal pria sulit cari wanita yang berkualitas itu disebabkan karena faktor apa_lingkungannya mungkin yg sangat2 sedikit wanita karena rata2 wanita usia produktif pada lari ke kota cari nafkah?

    Mohon penjelasannya Key.

    • 62 Kei Savourie Maret 1, 2010 pada 2:30 PM

      Sebenarnya simple saja. Fenomena yang saya tulis diatas jelas sangat mempengaruhi kaum pria juga, dari sisi yang berlawanan. Akibat ‘jual mahal’ yang berlebihan tersebut, dewasa ini sulit sekali mencari wanita yang benar-benar wanita.

  30. 63 lee Maret 1, 2010 pada 1:11 AM

    wah pengetahuan baru neh kei,coba bikin mind mapnya ah

  31. 66 adit Februari 28, 2010 pada 10:50 PM

    keren2…gw ad d spupu cwek umur 30 an blm merid2…kyaknya problemnya sama tu….nyari calon yg level nya tinggi banget….mesti d sedbarin k mereka ni….

    keren kei…pandangan baru dalam melihat cewek… bru tw gua….

  32. 68 Vein Al-Ghazz Februari 28, 2010 pada 10:40 PM

    nice post bro,,

    sebagai laki2,, saya juga merasa seperti itu.
    semoga saya menemukan wanita yang benar2 saya inginkan dalam beberapa tahun ke depan,,

  33. 70 diesel cadillac Februari 28, 2010 pada 9:56 PM

    wah alasan yang logis kei,,
    jual mahal sama saja menutup kesempatan atau memberi peluang yang sangat kecil..

    yah esklusivitas memang meningkatkan ketertarikan tapi ketika sudah melampaui batas bisa berakibat fatal buat para wanita tersebut.

    hahahahaaaaa…
    nice post kei.

  34. 72 Kyt Februari 28, 2010 pada 7:49 PM

    hmm… buat ngedapetin wanita yang berkualitas harus jadi pria yang bener2 berkualitas pula… very nice article bro.. :)

  35. 74 vandalish Februari 28, 2010 pada 7:44 PM

    hemmm,,,,
    gue pernah nemu cewek kayak gitu bro,dan topik ini udah gue bikin opener waktu gue ngehit,dan kebanyak dari mereka emang cuma bisa silent,,,,,
    hehehheheheh…..

    oh iya kalo ada waktu visit my blog bro at
    romanceisgame.blogspot.com

    keep it up man!!!

  36. 76 romi Februari 28, 2010 pada 7:40 PM

    KEi..

    ini serupa banget sama kejadian beberapa tahun lalu..di tmpt dd angkat gua yg kul di jkt dan tinggal di apartement XXXXXXXX (namanya gua sensorr).

    Jadi inti kelanjutan kejadiannya setelah kira2 kisah jual mahal yg kebablasan berlangsung –saya kisahkan dengan singkat saja–:
    Si cewek TIBA2 mengagetkan semua pihak!DEMI tidak mau menikah dng alasan yg tidak jelasss,dia mengultimatum co nya dng surat kawin kontrak!–dimana udah terlanjur bagi undangan dan agar tidak malu sama relasi bisnis papanya –padahal mereka org2nya ELITE bersanding dng co berotak encer lulusan luar negri, thats crazy dude!..(coyyy,kurang apa lagiii?karir udah jelas,ke luar negri? tinggal pilih..sementara si cewek cantik,mulus,pinter, kayak bintang hongkong!)Lalu,selang berapa lama kemudian setelah sempat mengambang beberapa minggu ,si cewek memaksa co agar tanda tangan kawin kontrak 1 tahun,dan si cewek menulis “tanpa boleh menyentuh,memegang,dll”..and thats stupid!!!

    ya sampe sekarang udah jadi “rahasia” dan org2 tertentu saja kalo yg mereka lakukan cuma sandiwara doank haha..

    wehh..

    cari nafas dulu gua….

    benar2 ajaib!…..

    dan setelah gua baca dan bandingkan dng artikel feminisme yg anda buat,saya jadi HANYA bisa geleng2 kepala dan berkata :”akibat lingkungan,wanita itu terkadang menyusahkan dirinya sendiri ”

    tidak banyak kisah2 seperti ini “diketahui” oleh umum,apalagi saya yg cuma tinggal dipalembang.Sukur2 gua bisa kebuka otak gua,dan gua banyak menyaksikan hal2 tabu di masyarakat,sampe ada bahkan yg cerita ke gua ttg hal beginian dan gua liat sendiri..entah berapa banyak kisah2 “lucu seperti ini” yg telah saya liat dan dengar,namun tabu dibuka di masyarakat,anehnya mereka sudah tau,dan biasanya terjadi di area org2 elite,tp memang tidak semua ,tp BIASANYA loh hwhwhw…

    entah karena mereka terlalu pintar atau terlalu bodoh atau terlalu rumit dan makan karbit seamit2,sehingga otaknya jadi seiprit hwhwh…^.^

    So artikel ini akan saya copy paste kan ke dalam note fb saya,sebarkan dan biar para cewek membaca,terserah mau atau tidak membacanya,yg jelas saya acungin jempol buat anda kk kei..xie xie ni.. :)

    Regrads

    Romi

    • 77 Kei Savourie Februari 28, 2010 pada 8:04 PM

      Wow! Terus terang saya juga sudah pernah mendengar cerita seperti ini dari teman-teman. This is sad.. bisa bayangkan gimana rasanya jadi sang suami? Yang lebih tragis lagi, bisa bayangkan rasanya jadi si wanita?

      Inilah realita dunia di sekitar Anda.. open your eyes and see!

  37. 78 lafagreen Februari 28, 2010 pada 7:22 PM

    kalo wanita sulit mendapatkan pria yang berkualitas, kita cowok juga sulit menemukan wanita yang benar-benar wanita..

    apakah mereka sudah punah, kei? (baca : wanita yang benar-benar wanita)

  38. 82 Anshory Februari 28, 2010 pada 7:16 PM

    Great! Tapi saya belum ketemu cewe gitu.. hehe

  39. 84 zanoo Februari 28, 2010 pada 6:45 PM

    wahhh bener banget tuh banyak dari tmand2 saya yang bgitu…,,bener kata pangeran tian feng nih “sejak dahulu beginilah cinta dritanya tiada akhir(bagi cowk lossy)” hehehe,,,

    Maju terusss MR.Key, u r awesome…..


  1. 1 Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria – Part #1 « Kei Savourie – Think Again – Bicara Tentang Cinta, Dinamika Sosial dan Dunia Sekitar Kita Lacak balik pada Juli 8, 2010 pada 10:04 PM
  2. 2 3 Mitos Tentang Logika dan Emosi « 27 adalah dua tujuh Lacak balik pada April 9, 2010 pada 6:02 AM
  3. 3 Alasan #2 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas « Uzekune's Blog Lacak balik pada April 2, 2010 pada 8:34 PM
  4. 4 Alasan Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas « BUDI COMPUTER Lacak balik pada April 1, 2010 pada 5:40 PM
  5. 5 Alasan #2 Mengapa Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas « Kei Savourie – Think Again – Bicara Tentang Cinta, Dinamika Sosial dan Dunia Sekitar Kita Lacak balik pada April 1, 2010 pada 1:11 AM
Komentar ditutup.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.