Alasan #2 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas

Semua dongeng ini, baik yang klasik maupun yang refurbish, begitu mengendap di dalam hati para wanita sehingga mereka tanpa sadar memiliki ekspektasi akan sebuah pengalaman romansa yang tidak realistis. Sebuah ekspektasi akan kisah percintaan yang romantis dengan pria yang sempurna. Apakah Anda seperti itu? Jawab dengan jujur dalam hati Anda.

Akibatnya, ketika Anda bertemu dengan seorang pria, tanpa sadar Anda akan selalu menilai seberapa indahnya hubungan Anda dengannya, dan seberapa sempurnanya sang pria. Tentu saja ini akan berakhir dengan kekecewaan karena memang tidak ada hubungan yang sempurna dan sang pria jelas bukan pangeran tampan berkuda putih. Sang pria mungkin hanya seorang akuntan, atau pengusaha wiraswasta yang memiliki masalahnya sendiri.

Atau, ketika Anda bertemu dengan seorang pria yang dapat memenuhi fantasi Anda akan sebuah kisah romansa yang indah, yang memanjakan Anda dengan segala kemewahan dan keromantisan, apalagi ia sepertinya tampak begitu sempurna di mata Anda, itu membuat Anda lalu mengabaikan segala logika yang jelas-jelas mengatakan bahwa ia tidak baik untuk Anda.

Intuisi Anda memberi peringatan pada Anda, karena Anda bertemu dengannya di tempat clubbing, atau karena ia ternyata sudah menikah, atau karena ia memiliki masalah dengan temperamennya, sehingga suka bertindak kasar terhadap Anda. Tapi Anda sama sekali tidak peduli. Anda berpikir Anda akan dapat merubahnya dengan kekuatan cinta!

Tapi Anda bukanlah Sailor Moon. Anda hanyalah seorang wanita biasa yang hidup di dunia nyata.

Fenomena ini lebih jelas terlihat pada wanita-wanita yang cantik, smart, dan karir yang mapan. Karena memang wanita-wanita yang seperti itu lah yang merasa bahwa mereka BERHAK dan MAMPU untuk mendapatkan pria dan kisah romansa yang sempurna.

Mereka menginginkan sebuah hubungan yang selalu indah, mulus dan tanpa masalah. Begitu masalah datang, perasaan cinta mereka mulai menurun, dan mereka pikir ini bukanlah hubungan yang layak untuk dijalani. Padahal yang namanya hubungan itu harus dibangun dengan kerja keras dan melalui jatuh bangun. Tidak ada yang namanya hubungan yang sempurna.

Itu sebabnya wanita-wanita cantik tersebut selalu bergonta-ganti partner, atau selalu terlihat single. Karena mereka selalu merasa bisa mendapatkan hubungan dan pria yang lebih baik dari yang ada di depan mereka. Kalau ada yang namanya pria sempurna, maka SAYA-lah yang paling berhak untuk mendapatkannya, begitu pikir mereka.

Semakin cantik, smart dan mapan karirnya, semakin sulit bagi wanita tersebut untuk mendapatkan pria berkualitas yang diinginkannya. Karena memang pria yang memenuhi daftar check-list mereka hanya ada dalam film-film Hollywood.

Tapi ironisnya, wanita-wanita yang yang dianggap kurang menarik, sederhana, yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga dan tidak berfokus pada karir, justru yang lebih dulu menikah dan berkeluarga. Sering kali setelah menghadiri pernikahan seseorang, saya selalu pernah berpikir, “Kenapa jarang sekali ada pengantin wanita yang cantik dan seksi, yah?”

Wanita-wanita ini menyadari bahwa sangat kecil kemungkinannya untuk mendapatkan pria sempurna ala Brad Pitt, yang tampan, atletis, macho, romantis, setia, sensitif, pintar dan kaya raya tujuh turunan, karena memang di sekitar mereka hanyalah ada pria-pria biasa: akuntan, programmer, desainer grafis, PNS, dsb dengan kelebihan dan keunikan masing-masing. Mereka bisa menikmati kebahagiaan karena mereka menerima hubungan dan pasangan mereka apa adanya. Mereka memiliki ekspektasi yang realistis.

Jangan salah! Saya tidak menganjurkan agar Anda membuang impian dan idealisme Anda. Saya hanya sekedar membeberkan, bahwa ekspektasi yang tidak realistis hanya akan membawa Anda pada kekecewaan dan pencarian yang tiada berakhir. Anda membuang-buang waktu Anda untuk mengejar guci emas di ujung pelangi, padahal di depan mata Anda mungkin saja sudah berdiri pria berkualitas yang dapat membahagiakan Anda selama sisa hidup Anda.

Saya sengaja memasang gambar cover film Serendipity di entri ini, karena film itu adalah salah satu dongeng modern yang sangat terkenal. Film ini selalu masuk sebagai salah satu film paling romantis sepanjang masa di media manapun. Sebuah contoh sempurna untuk sebuah masalah yang sempurna.

Sahabat Anda,

Kei Savourie

*Semua cerita di blog ini adalah kisah nyata, tapi semua nama disamarkan untuk melindungi privasi orang-orang yang bersangkutan.


Baca juga:

Alasan #1 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas

Wanita vs. Pria

Halaman-halaman: 1 2

97 Tanggapan ke “Alasan #2 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas”


  1. 1 Rully Juni 20, 2010 pada 5:24 PM

    yang engga kalah sulitnya yaitu mempertahankan cinta. Bahkan mungkin bro kei juga sama sulitnya. Iya ga? padahal manusia kan g ad yg sempurna. Ad kelebihan jg ad kekurangan. Klo ud ga tahan mah lsg putus atau cerai.yg ad qt d tuntut belajar saling mengerti,percaya,mengurangi ego masing2. Juga belajar mensyukuri ap yg qt punya.

  2. 3 KingKong April 30, 2010 pada 11:14 PM

    Hi babe, me again…

    ya ya… cewek2 yg pada mimpi cowo kaya, tinggi, ganteng, etc…etc.. I HAD THAT GUY, GIRLS!!! yippie…yippiee
    (tolong diliat kata2 HAD)

    jangan MIMPI…. semua yg terlalu bagus…emangnya PATUT DICURIGAKAN… karena tidak ada COWO SEMPURNA

    yes, we can have our ideal guy sort-of image… but DON’T EVER EVER HANG ON TO IT AND EXPECT IT TO COME TRUE..it won’t

    in the end you’ll go crazy and LONELY…
    so..be true to yourself, to reality…. not all average looking guy have bad behavior, not all low-paying man is unworthy of your time getting to know them?!

    so… for all you ladies out there still thinking of that ONE PERFECT GUY still available…. think again…

    so babe, i guess now i’m out of the closet … no longer a dreamer, but a truly live life to the fullest eh? with the good and bad?

    thanks dearest for your help… mwah mwah
    ps: i’m a women, loving a man who’s perfect in my eyes (no, he’s not handsome, not rich, and no–he’s not perfect for anyone else but me)

  3. 5 rennilia nita April 20, 2010 pada 4:15 PM

    wah..byk bgt tanggapanny..beda2 lg..forum kayak gini lumayan juga ya buat ngeluarin uneg2..jd pgn crt juga..umur g skr 26..dan blm nikah..nyokap udh lumayan sering nanyain kpn nikah..cm g jwbny..insyaallah bu..secepatny didoain aj..

    g skr juga msh mencari org yg bs dijadiin imam…imam disini bkn kayak aa’ hadi gt ya..mungkin terlalu muluk klo g pgn kayak aa’ hadi..cm plg ngga..yg tau agama…jd ntar klo nikah..trus klo lg beda pendapat..ga langsung bilang..”y udh..qta cerai aj deh..” gt

    klo menurut g..artikel yg lo buat ad benerny..cm ga bs di-generalisasi semua wanita yg high standard quality kayak gt..tp kebanyakan..trus gmn ma ce yg biasa aj tp juga blm dapet pasangan ampe skr? derita lo gt ya hahaha..

    klo g pribadi..knp ampe skr blm nikah..ya jwban simple..blm nemu orgny..ya jadi g insyaallah selalu berusaha lapang dada menunggu giliran kpn Tuhan ksh g jodoh..walaupun gt g tetep searching kok..dan doa tentuny..

    pengalaman g..g pernah pacaran sm co, dy setaun lbh muda dr g,baik dlm arti kata harfiah..humoris,enak diajakin ngobrol..kerjaanny juga udh bgs..tdny g ma dy cm temenan aj..krn sering ngobrol..jalan bareng..lama2 dy jd ad perasaan ma g..g ny malah biasa aj..tetep nganggap temen..tp krn kt temen2 ce g..klo org kayak gt..ga blh disia2in..lo coba dl..siapa tau dy jodoh lo..ya udh..g coba jalanin pacaran ma dy…tp yg ad semakin g nyoba buat ad “feeling” ma dy..semakin g ngerasa biasa..dan ga ad chemistry ap2..nah,akhirny g blg ap adny ma dy..dan baikny dy..dy nerima scr terbuka dan ga ad rasa dendam ato kesel sm g..dy blg..dy sayang sm g..tp klo emang kyk gt kenyataanny y udh..g ga bs maksain perasaan lo..toh qta tetep bs jd temen..gt, stlh qta udh ga pacaran lg..biasany kan org2 sering ngomong..”qta bakal kehilangan tuh org..klo tuh org udh ga ad”..g pikir g bakal kayak gt..tp ternyata nggak..setelah jd temenan lg ma dy..malah g lbh fun..jd menurut hemat g..emang g ga ad chemistry ma dy..

    nah..setelah itu..g ktmu co lain..pertama biasa aj..trus lama2 enak juga ngobrol ma dy..yg akhirny..g ngerasa kok kayakny g
    “have crush on him”…secara tersirat g blg ma dy( knp g berani gt..krn ngeliat dr tingkahny..jg kayak pny feeling sm g)..cm krn dy trauma dr hubunganny dl (dy diselingkuhin ce ny,mereka pacaran udh lama)..dy cm nanggapin datar aj..dy pernah sekali wkt, g protes knp terkadang sikapny menyebalkan..dy blg gini ma g..”ya..g emang kayak gini..apa adny..jd terserah lo..take it or leave it”…g ngerasa tersinggung saat itu..cm g mikir..mungkin ini defense mechanism dy krn pernah disakitin ce..pd akhirny g ga pernah jadian ma dy..ampe skr..cm ga tau knp klo udh ngobrol ato sms ma dy..g selalu ngerasa nyaman dan ad semacam chemistry yg bkn g kesengsem sendiri…
    oh y..co yg g suka ini..orgny baik juga..cm dlm karir tdk terlalu bgs..temen2 g blg g ga cocok ma dy..krn dy ga good enough buat g…tp kenyataanny dibanding co g sblmny..g ngerasa yg ini pny chemsitry…

    jd..klo g pribadi..punya standar sendiri emang ga ad salahny..tp g lbh prefer sm yg namany “chemistry”..klo urusan utk co..yg bikin g nyaman saat ngabisin waktu ma dy..ga bkn lo cpt2 pgn balik kerumah..klo jln ma dy..

    ap itu juga termasuk picky ???

    • 6 michael April 21, 2010 pada 1:01 PM

      Jangan alay deh pliss

    • 7 Kei Savourie April 21, 2010 pada 11:04 PM

      Wow! Komentar terpanjang saat ini! Terima kasih buat ceritanya, sis! Saya suka sekali membacanya. Jujur, blak-blakan dan apa adanya.

      Saya doakan agar Anda cepat bertemu dengan sang imam hati Anda.

      Buat pembaca pria: Baca cerita di atas paling tidak 2 kali, dan tangkap pelajaran yang berharga yang terkandung di dalamnya.

  4. 9 Belle de Jour April 14, 2010 pada 8:22 AM

    in my opinion, the so-called ‘unrealistic expectations’ itu juga terbentuk dari unwritten rule of our society yg seakan2 menuntut kepada pasangan2 yg ada bahwa laki2 harus mempunyai ‘status lebih’ daripada perempuan (e.g. lebih tua, lebih tinggi, lebih pintar, lebih educated, lebih mapan, dll). sebenarnya ini ga hanya mempengaruhi wanita saja, tetapi juga pria dalam mencari pasangan wanita yg mempunyai kriteria sebaliknya (tidak lebih tua, tidak lebih tinggi, tidak lebih pintar, tidak lebih educated, tidak lebih mapan, dll). jadi tentunya semakin berkualitas si cewe semakin susah pula dia untuk mendapatkan cowo yg lebih berkualitas..?

    sebagai contoh, sering saya dikasi tau: “udah jangan sekolah tinggi2 ntar susah dapet cowo lho” atau “udah jangan suka pake heels ntar cowo2 pada minder lho kalo kamunya ketinggian” dan masih banyak lagi pesan2 lain sejenis yg saya terima. whoaa.. impresi saya, terkadang cowo2 juga egonya tinggi dan tidak mau kalah kepada cewe. jadi bukan hanya karena cewe2 yg expecationnya berlebihan saja.. :)

    • 10 Kei Savourie April 14, 2010 pada 11:26 PM

      Meskipun saya setuju pada pernyataan Anda bahwa fenomena ini juga dipengaruhi dan mempengaruhi para pria, namun pada kenyataanya, saya lihat tetap lebih berat ke ekspektasi wanita yang tidak realistis ketimbang faktor yang lain.

      Karena faktanya, yang mengejar wanita-wanita tersebut adalah pria-pria dari strata sosial yang lebih tinggi, karena memang hanya merekalah yang cukup percaya diri dan merasa mampu. Tapi meskipun begitu, tetap saja sepertinya tidak ada sosok pria yang cukup sempurna di mata wanita-wanita tersebut.

      Bagaimana dengan pengalaman Anda sendiri?

      • 11 Belle de Jour April 16, 2010 pada 6:42 AM

        Well, saya sadar kok tidak ada prince charming on white horse that would carry me and put me in a beautiful house with white picket fences hahaa.. Kalo saya sendiri dari dulu2 mau nikah juga bisa. But honestly I don’t envy those girls yg married muda. Kenyataannya justru di sekeliling saya liat banyak di antara mereka yg tidak bahagia setelah menikah. akibatnya justru mereka stuck on bad marriages, definitely not happily ever after seperti di fairy tales. For me, I’ve chosen to prioritise other things, namely establish my own life/career/sense of self first. Kalau dituduh pilih2 saya rasa tidak juga, standards sih jelas tetep ada. mungkin kalo dibandingkan dulu2 saya jadi semakin lebih tidak concern untuk physical pre-requisites. yg susah sih nemuin cowo yg saya suka dan ortu bakalan approve juga. barangkali juga saya telah melewatkan some genuinely good guys yg interested in me. but attraction is not a choice, is it..?

  5. 12 Jacobian April 10, 2010 pada 8:23 AM

    kebanyakan cewek cantik seh seperti itu emang.seperti film kartun walt disney dimana seorang putri cantik menunggu pangeran yg akan membangunkannya dari tidur dalam istana yg di jaga oleh naga raksasa. :-P

  6. 14 ayamcrispy April 7, 2010 pada 11:50 PM

    ah, masa sampe segitunya sih kei ?

    masih banyak kok cewek2 berkualitas yang “nggak” pemilih,
    meskipun sering nonton cinderella..

    lagipula kalo pengen menyelamatkan cewek2 seperti itu,
    kenapa gak bikin hitwoman system sekalian aja..
    dulu sekali ngadain workshop cewek langsung ngambeg.. fiuhh..

    but, nice article bro

    • 15 Kei Savourie April 8, 2010 pada 12:22 AM

      Saya hanya membeberkan apa yang saya lihat di sekitar saya, apabila Anda melihat realita yang lain maka boleh dibilang Anda beruntung, sobat..

      PS: Kita bukan ngambek, tapi jual mahal (*ngeles haha)

  7. 16 kuro April 3, 2010 pada 9:53 AM

    Ekspektasi yang realistis..

    itu poin yg paling gw tangkep Kei..

    imho bisa digunakan utk mengimbangi kadar dr Impian / idealisme yg kita miliki..

    Btw.. Kei.. Loe Suka karakter Sailor Moon apa? Gw Suka Ami Mizuno.. Sailor Merkuri.. Hohoho..

  8. 18 romi April 2, 2010 pada 2:04 PM

    ya ko..benar sekali..

    setelah membaca di alinea:
    “Mereka menginginkan sebuah hubungan yang selalu indah, mulus dan tanpa masalah. Begitu masalah datang, perasaan cinta mereka mulai …”

    jadi teringat kasus ditmpt gua–again!–hwhwhw…

    hm..
    pada tahap hubungan,kalo dikota saya nih,biasanya mereka biasa hidup dng topeng kebahagiaan didepan,tetapi keterpaksaan didalam batin,dan rumah tangga hancur lebur dalam 3-5 tahun.Mereka jadi bedaaaa banget waktu pacaran dan udah merrid…

    kalo dijkt ce2 high class bisa gonta ganti dng gampangnya,tp kalo disini mereka cenderung “tidak bisa terlalu bebas”dikarenakan masih ada saja control sosial dikota kami yg ketat dan tabu untuk dibahas..misalnya mereka dapet 1 pria kaya dan mapan?..ya udah , merrid dehh(karena takut kelihatan sebagai wanita nakal),ngga terlalu separah jkt yg gonta gantinya secara gamblang,meski memang akan ke arah sana kelak……

    Dan seperti kata lex dulu sama gua di blognya dimana kota kecil cendrung mencontoh kehidupan di kota2 besar,trend wanita karir makin merambah di palembang sini.Mereka jadi hidup dalam keinginan yg lebay banget,dan mencari pria2 sempurna.

    Lalu “sindrom kota besar” sepertinya akan masuk ke dalam otak teman2 wanita saya ini dan sepertinya menjadikan cewek2 dikota saya seperti cewek yang “baru melek”.Semua mulai pelan2 tp pasti lebih ke arah karir (lingkungan saya beragam,mulai dari chinese high end,sampe tukang bangunan)..Mereka jadi sok tau,pemimpi dan sok melow soal romansa,tp kenyataannya?sama aja dng ce2 biasa…MEREKA TIDAK MAU MENGAKUI KEKURANGAN MEREKA sendiri dan CUMA MENCARI PRIA SUPER! huh….mereka pun bilang: “ahh soal romansa kok begitu repot amat..males bacanya..panjang banget”

    ya saya akan tetap sebarkan ini artikel ,semoga makin menelanjangin para wanita2 yg hidup dalam keegoisan :) ..toh merekalah yg rugi,dan merasa lonley,co masih ok2 aja,tp kalo ce udah tua?..layuuu+tdk laku..hahah..

  9. 20 eera April 2, 2010 pada 11:51 AM

    Mungkin trial n error kata yg cocok buat gw. Anggap saja kata match itu sebagai ice cream namun ice cream itu sendiri ada berbagai rasa. Mau rasa vanila, choc, straw. Terkadang yg jadi permasalahannya manusia ga pernah puas. Terlalu byk pikiran “seandainya”

  10. 22 serasi April 2, 2010 pada 7:51 AM

    Apa ini ya akibat dari Kesamaan gender gitu. Tapi bisa jadi perawan tua…
    Thanks infonya ya..
    Coba Tes kecocokan kamu dengan pasanganmu

  11. 24 sigit sulistianto April 2, 2010 pada 3:10 AM

    artikelnya keren bro,
    itung2 bisa nyadarin para cwe biar pd mikir. . .
    krn kesempurnaan itu ga ada,
    yg ada hnyanyalah kmauan utk sling mlengkapi. . .

  12. 28 martini April 1, 2010 pada 10:03 PM

    walah artikel menarik banget! Berarti gue orang yang beruntung ya….diusia 30 dah punya anak 3th..punya penghasilan tetap dan suami yang baik (menurutku sih). Suamiku yang dulu manager perusahaan konstruksi..mau resign tanpa syarat dan pulang nemeni aku. ketika aku meniti karir dia dengan suka rela mensupport serta mau mengasuh anak kami…..dan meski dewasa umurnya 3tahun lebih muda dari aku(tetep suka yang muda)…….

  13. 30 tendangan bebas April 1, 2010 pada 9:56 PM

    wah repot kalo punya cewek seperti contoh diatas yang ga bisa nerima pasangan apa adanya, pdahal kita tahu semua itu ga menjamin kebahagiaan sapa tau ntar malah cerai ditengah jalan. Kalo udah ketemu cewek kyk gini mending kelaut aje…tu orang apa ga punya batas toleransi ya akan suatu hal, pada hal Tuhan menciptakan manusai dengan sifat yang tidak sempurna

  14. 32 adhy April 1, 2010 pada 8:36 PM

    memang maunya neko2 aja tuch wanita…mmaunya sebenarnya pa sich…????? :-D

  15. 34 handokoaji April 1, 2010 pada 7:17 PM

    oke mas artikelnya, tidak hanya wanita yang sukses saja, tapi juga banyak dari kelompok wanita biasa yang sama jalan pikirannya. seperti yang anda gambarkan dalam dongeng2 masa lalu, mungkin kata sukses yang dibangun sejak kecil yang berkonotasikan kekayaan, harta, ditambah dengan dongeng2 masa lalu. makanya banyak korupsi untuk memenuhi tuntutannya tersebut.

  16. 36 Candor Zackhandle April 1, 2010 pada 7:06 PM

    Gak tau berapa kali mesti setuju ma artikel lu Kei???hehe..

    Always nice your post, bro.

    Jadi inget pengalaman temen cewek gue beberapa bulan lalu. Meski dia masih kuliah, tapi gaya-gayanya mirip banget sama apa yang lu tulis, Kei. Ne cewek udah kurang menarik, gendut lagi. Terus gampang banget jatuh cinta, hanya kenal kurang dua minggu udah “jadian” ma cowok cakep, yang dia kenal di FB lagi!

    Ck..ck..ck..

    Lucunya, kurang dari sebulan udah putus. Gue jadi sadar satu hal waktu baca artikel lu Kei dan mengaitkannya dengan pengalaman teman gue ini, dia udah kena racun Romance Fairy Tales.

    Kasian banget.

    • 37 Kei Savourie April 4, 2010 pada 10:20 PM

      Haha.. tolong jangan pakai kata “gendut”, bro. Itu akan menyinggung banyak orang. Pakai kata “kelebihan berat badan” saja.. lebih sopan mesipun maknanya sama aja seh =p

  17. 38 Ipung April 1, 2010 pada 6:38 PM

    ini seh nga ada hubungannya sama cerita 2 cewek tadi…

    MONYET DI PUCUK POHON KELAPA
    Sahabat, ada cerita seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa. Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede.
    Angin Topan, Tornado sama Bahorok. Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yang bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.
    Angin Topan bilang, dia cuma perlu waktu 45 detik.
    Angin Tornado nggak mau kalah, 30 detik.
    Angin Bahorok senyum ngeledek, 15 detik juga jatuh tuh monyet.
    Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju. Angin TOPAN duluan, dia tiup sekenceng-kencengnya, Wuuusss…
    Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa. Dia pegang sekuat-kuatmya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh tuh monyet. Angin Topan pun nyerah.
    Giliran Angin TORNADO. Wuuusss… Wuuusss… Dia tiup sekenceng-kencengny a. Ngga jatuh juga tuh monyet. Angin Tornado nyerah.
    Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia tiup. Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kenceng pegangannya. Nggak jatuh-jatuh. Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin, si monyet memang jagoan. Tangguh. Daya tahannya luar biasa.
    Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi. Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Diketawain sama tiga angin itu. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.
    Nggak banyak omong, Angin SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet. Psssss… Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia. Lepas pegangannya. Jatuh deh tuh si monyet.
    Sahabat, dari Kisah diatas hikmah yang bisa kita ambil adalah: Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN… Dicoba dengan Penderitaan…
    Didera Malapetaka.. .
    Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya.. .Tapi jika kita diuji dengan..
    KENIKMATAN.. .
    KESENANGAN.. .
    KELIMPAHAN.. .
    jangan sampai kita terlena… Kita mesti tetap hati-hati..

  18. 40 Ph!duT April 1, 2010 pada 4:54 PM

    dalme booooooo tapi bener bgt uh semua…….setuju deh

  19. 42 catur April 1, 2010 pada 3:35 PM

    pas gw liat artikel nya gw terbakar , karena bagi cewek seperti itu yang menginginkan kesempurnaan sesungguhnya adalah wanita yang rapuh yang mudah menyerah

  20. 44 bondandsuwarno April 1, 2010 pada 2:18 PM

    IKUT take him indonesia mungkin bisa mengatasi masalah

  21. 47 WATI April 1, 2010 pada 2:06 PM

    It`s a stereotype that women who are intelligent, beautiful and have a successful career are unrealistic and picky when it comes to their partner of choice.

    It`s a SIMPLE THING: you just haven’t found THE ONE yet~ It`s not about picking and picking… everyone has a different path. Embrace it instead of conforming to REALISTIC expectations. Note the IRONY is “REALISTIC EXPECTATIONS”. These two do not go hand in hand.

    And… As a woman, I would like to give my 2 cents worth on what ANY woman wants.

    TALL: Physical attribute, ability to protect, run faster to shield from harm, ward off any potential danger/men.
    INTELLIGENT: Brains matter, mental stimulation.
    SPORTY: A healthy man for a good sex life. A fat sluggish man? NO. Sporty men are also better prepared to cope with stress, unexpected situations and get their hormones pumping.
    ABILITY TO PROVIDE: Financial stability to provide for necessities. A respectful job and career, works both ways in this day and age.
    ARTICULATE: Being in touch with emotions and ability to express oneself to prevent misunderstandings.
    HUMBLE and DOWN TO EARTH: Empathy for others, because we live in a hard world.
    CONFIDENT: How else will he deal with a beautiful, attractive partner?!
    LOVING: Because.. hey… its LOVE we`re talking about.

    I will not list “romantic” as that is highly subjective. Neither will I list nice nose, nice eyes, nice smile… because THAT`S being “cinderella”. I do not think women are looking for a man who will like what they like… but its more like a MUTUAL INTEREST in each others’ passion.

    That said… Some people like myself.. Still believe that there is a right one out there. Love is hardwork, of course it is because nothing in life is easy. Would I settle for a man who has all the attributes except that he is short? Maybe I will. There is no hard and fast rule in love, its just trial and error. I guess like everything else.. We all have our own personal checklist which we keep very private. Oh yes, I forgot to add, I like a man who can make me laugh, one who appreciates the words in poetry, who likes watching arthouse films… who gets why I need to have my hot chocolate really, really hot. The list goes on doesn’t it?

    I almost got married, with a man who has most of the attributes and who will make an excellent husband. Except that.. he did not know why I love the words in poetry, why I cry when I read books and he just hates eating fish while I love them. Something just did not feel quite right. I chose not to settle down to being realistic. I really need a man who will like fish. Funny isn’t it? I decided to pick again. Yes, I`m tired of picking sometimes.. but, I have one life, one chance at finding the love of my life, and just ONE go at marriage.

    I`ll pick. Keep picking. Because I still believe someone out there is also picking and looking, for me. Very hollywood? But as they say “Art imitates life”.

    Cheers to Love!

    • 48 sahatmrt April 1, 2010 pada 3:19 PM

      wahhhh mbak, tulisan anda kok rasanya malah terkesan membenarkan stereotype yang anda tolak itu?

      well, hopefully you’ll find your TALL, INTELLIGENT, ABILITY TO PROVIDE, ARTICULATE, HUMBLE and DOWN TO EARTH, CONFIDENT, and LOVING dreamed man.

    • 49 Kei Savourie April 1, 2010 pada 3:37 PM

      Always love to read insight from a woman’s perspective =)

      Thanks for sharing your thought. If you think that all the times wasted just to pick the best fruit is worth it, then by all means, please do it. It’s your own life to live, your own choice to make.

      It’s just that some people would think it’s better to just eat the fruit then wasting time picking. After all, we only live once. U can get busy eating and be satisfied, or you can get busy picking and always feel hungry..

      Being realistic doesn’t mean you have to sacrifice your ideals, it’s just mean that you start noticing what really matters in life.

      • 50 WATI April 1, 2010 pada 3:57 PM

        Yes, we all have different perspectives. And I respect yours.

        I disagree that you used the word “wasted”. That is a rather loaded word teeming and hinting at ‘regret’. Life experiences are not regrets, to me. I never felt like I wasted my time.. I have gotten to know myself better in the process, learn a bit more about people and experience being in the dizzying heights of love and the shadows of despair. We live only ONCE… its the scariest thought in the world knowing that we have only ONE chance, ONE go at this.

        I`ll tell you if I fall in love with my perfect numero uno man. And if I don`t… then hey..

        Maybe I`ll be REALISTIC!

        In the meantime.. I`m still in the mood for love! :)

      • 51 aureliaclaresta April 2, 2010 pada 2:05 PM

        senang sekali melihat kalian saling melontarkan pendapat yg berbeda dengan anggun.
        Kei.. i’ll be your blog follower. senang bisa menemukan orang yg menulis hal-hal yang kau suka :)

    • 52 romi April 2, 2010 pada 11:32 PM

      @WATI ; I still believe someone out there is also picking and looking, for me. Very hollywood? But as they say “Art imitates life”.=======> ok keep waiting forever sista..:)..keep try hard every single little centimeter sistaa…or mybe perhaps keep dreaming every day..keep that until your older and time answer your question sista hahaha….(i still believe something wrong with your past or you family ,and thats put a big crack and big traumatic inside your mind ,and thats why you become like this)

      • 53 michael April 4, 2010 pada 3:08 AM

        Nothing wrong with WATI. Memang banyak wanita begitu (menurut paragraf 1). Tapi apa yang jadi pertanyaan: apa bener WATI ini vitamin?

  22. 54 aneazt April 1, 2010 pada 1:44 PM

    aku udh beberapa kali ganti pacar tapi emang gag ada yang sesuai kriteria, ujung2nya gag pernah bertahan lama terus ditinggal mati.. T.T

    • 55 lovesinners April 1, 2010 pada 2:40 PM

      cian kamu cil…ama aq mau??

    • 57 Kei Savourie April 1, 2010 pada 3:38 PM

      Apa mungkin list kriteria Anda perlu direview ulang?

    • 58 Frey Einhartz April 5, 2010 pada 2:53 PM

      realita yg gw liat, wanita-2 vitamin level tinggi justru berakhir dgn pasangan yang jauh dr sempurna.

      sebutlah artis berinisial IT, presenter yg bening dan menyegarkan. berakhir dgn pasangan yg jelek, pendek, botak, gendut, item, doyan main cwe, anggota hewan yg terhormat, berkuasa dan berlimpah harta.

      gw setuju dg kata-2 sis rosa diatas, jika wanita mengejar pria karena uangnya yang utama, maka dia hanya akan diberi uangnya, jangan terlalu berharap kesetiaannya, apalagi fisik dan kepribadiannya.

      akhirnya si presenter vitamin tsb cmn jadi koleksi dan tropi utk memuaskan ego si pria. sungguh miris.

      ketika si wanita vitamin expired date-nya udh deket, biasanya mereka cendrung banting harga, diskon gede-2an atau malah nyebrang jalan (lesbian).

      klo dipikir-2, wanita vitamin matok harga tinggi karena mereka merasa high demand.

      jika misalkan semua pria menurunkan demand-nya thdp wanita vitamin (tdk terintimidasi dan tidak ngarep), apakah harga pasaran wanita-2 vitaamin tsb akan turun dgn sendirinya?

      apakah standar kriteria mereka akan turun?

      mohon pencerahannya bro kei :)

      thx before

      *another good and inspiring article

  23. 59 green April 1, 2010 pada 11:25 AM

    blaarrrrr!!!

    ini cewek-cewek mesti baca tulisan ini nih!!

    gue jadi inget film The Ugly Truth baca tulisan yang satu ini, Kei Jadi Mike Chadway-nya trus tuh cewek-cewek linglung jadi para feminist pemimpi yang disadarkan sama Kei..

    beuh..

    mesti sampe masuk tivi nih pemikiran kayak gini!

  24. 61 masjont April 1, 2010 pada 11:12 AM

    Tambah satu lagi alasan wanita sulit mendapatkan pria berkualitas adalah : “mereka belum kenal saya”.

  25. 64 ZEE April 1, 2010 pada 11:08 AM

    Woww dalem banget nih artikel, analisis yag sangat tajam Kei…para wanita kudu bin wajib baca nih blog biar mereka merasa “tersentil” abis baca blog keren ini.

  26. 66 Haris Istanto April 1, 2010 pada 9:42 AM

    Numpang ngenalkan blog kami yaa.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru berjudul : “Pemompaan uji pada sumur bor di Maumere Kabupaten Sikka”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar. Terima kasih.

  27. 68 Tomy Meilando April 1, 2010 pada 9:16 AM

    Salam kenal bro, artikel nya top, analisisnya kena banget, semakin mapan wanitanya semakin tinggi kriteria yg dy mau&semakin sulit mendapatkan pasangan, hayo saya jadi kaget ketika saya di golongkan kedalam pria biasa(desain grafis), hehe

  28. 70 jttcugm April 1, 2010 pada 9:15 AM

    Seperti kata Jalaluddin Rumi; umumnya kita masih terpaku pada bentuk dan belum menyadari makna. sebetulnya jika kita bijak ambillah mutiara dari cangkangnya..

  29. 72 munir ardi April 1, 2010 pada 8:46 AM

    wanita makhluk yang unik dan susah diselami

  30. 76 rosa April 1, 2010 pada 8:07 AM

    Btw, Tuhan itu baik, jika kita mengejar pria karena uangnya yang utama, maka kita hanya akan diberi uangnya, jangan terlalu berharap kesetiaannya. Kalau kita mengejar pria karena kesetiaannya maka kita akan mendapatkan kesetiaannya. Orang-orang yang mencari orang sempurna sebenarnya hanya mencintai dirinya sendiri, karena mereka tidak menyadari mereka tidak sempurna. Misal ada temen gue yang diputusin ceweknya yang cantik katanya karena selingkuh, gue bilang aja, loe milih dia karena cantiknya, maka loe hanya akan dapat cantiknya jangan berharap kesetiaannya. Kamu layak dapat sakit hati yang kamu alami sekarang :D . Kejam ya gue :D . Atau teman yang nangis2x dipoligami, tapi gue saranin cerai gak mau karena khawatir tidak dapat uang suaminya, gue bilang aja, loe emang layak dipoligami :D . Ini kan tentang apa yang kita cari dalam hidup, dan apa yang kita dapat sesuai dengan perlakuan kita ke orang :D .

  31. 82 romailprincipe April 1, 2010 pada 7:56 AM

    Wanita, makhluk yang sulit dimengerti..
    tapi begitulah dunia diciptakan dengan beragam nya sifat dan karakteristik
    indah bukan?

  32. 84 mr.M April 1, 2010 pada 7:55 AM

    gue punya temen cw dulu di Untar sampe sekarang masih menjomblo padahal umurnya udah 30,padahal face-nya OK & fotogenik tapi rada gemuk (tangannya kae talas Bogor).sedikit lagi dia niatin buat diet & dia bakalan jadi MODEL oriental yg super HOT…sayang susah dapet cowo karena merasa minder dengan keadannya ditambah nyari cowo yg bisa nerima keadaan dia apa adanya.Pernah gw test,(sebut aj namanua TM).TM..Lu masih ngejomblo,dr pada kelamaan mending jadi sm gw aj. kan lu udah kenal gw lama ini, yuk “jadian”.bukannya malah positif ngerespon, malah belagu, pasalnya dia pengen ngalamin”di kejar2x” dulu sebelum kita jadian, ngerasain jual mahal sm gw,ato diemin sms gw,sumthin like that lah,intinya mo dibikin sulit dulu.What the expectation?? Dia ga nyadar udah 30 & males diet,tapi masih ngarep di kejar2x dulu,padahal bisa di bilang butuh sama butuh. heran sekalian kesian juga sih karena dia gaq realistis…dia aja gak HOT apa lagi Cw HOT yang maunya sesempurna Dia(menurutnya)…SUSAH CUY..

  33. 86 uzekune April 1, 2010 pada 3:40 AM

    klo boleh gw post di forum gw ne’..boleh g sob??’ cz gw lg belajar ne’… ^_^

  34. 88 uzekune April 1, 2010 pada 3:33 AM

    thanks sob’…bagus ne’…

  35. 90 Ujexx Lancelot April 1, 2010 pada 3:24 AM

    wow… that’s so real bro!,
    kebetulan ada beberapa wanita yang cukup dekat denganku dan ketika kupancing kearah dongeng seperti itu, ujung-ujungnya mereka curhat tentang romansa yang mereka inginkan.. dan memang seperti itulah kenyataannya.

    mereka terlalu mengharapkan sosok pria sempurna, terkadang aku hanya tersenyum mendengar curhatan mereka, and kenapa mereka aku biarkan curhat (dukun curhat), alasannya simple.. mereka bukan range target ku.. so curhatlah.. aku akan dengan bijak mendengarkannya.. hahahaha

  36. 92 Jessica Ferucha April 1, 2010 pada 1:16 AM

    Nice Blog Post Mr. Kei. Rasanya artikel ini akan semakin banyak membuka mata wanita Indonesia. Menurut pengalaman pribadi aku, fakta-fakta yang ada di lapangan sudah banyak sekali yang sesuai dengan tulisan ini.. ;)


  1. 1 Senjata Terampuh Wanita Untuk Menaklukkan Pria – Part #1 « Kei Savourie – Think Again – Bicara Tentang Cinta, Dinamika Sosial dan Dunia Sekitar Kita Lacak balik pada Juli 8, 2010 pada 10:05 PM
  2. 2 Alasan #2 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas | CoupleDb Lacak balik pada Mei 26, 2010 pada 12:41 PM
  3. 3 3 Mitos Tentang Logika dan Emosi « 27 adalah dua tujuh Lacak balik pada April 9, 2010 pada 6:02 AM
  4. 4 Alasan #1 Wanita Sulit Mendapatkan Pria Berkualitas « Kei Savourie – Think Again – Bicara Tentang Cinta, Dinamika Sosial dan Dunia Sekitar Kita Lacak balik pada April 1, 2010 pada 1:14 AM
Komentar ditutup.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.