Feminisme modern (kata kuncinya: modern) telah mendorong wanita untuk berfokus pada HAK saja tapi tidak lagi mempedulikan KEWAJIBAN. Feminisme membuat Anda berpikir bahwa kewajiban wanita itu adalah hal-hal yang merendahkan. Padahal tidak ada hubungannya sama sekali antara melakukan kewajiban dengan merendahkan! Apakah orang tua Anda merendahkan Anda ketika mereka memarahi Anda yang mendapat nilai jelek di sekolah? Apakah boss Anda merendahkan Anda ketika dia menyuruh Anda lembur untuk menyelesaikan deadline? Apakah suami merendahkan istri ketika menuntut agar sang istri menjadi ibu rumah tangga?
Itu sebabnya saya terdengar begitu anti pada feminisme karena bagi saya itu adalah salah satu pembodohan terbesar di jaman ini, yang menjadi penyebab utama disharmoni sosial-romansa yang kita hadapi sekarang.
Saya bukan berbicara mengenai feminisme ala ibu kita Kartini yang membela hak-hak wanita di desa terpencil, suku-suku di Afrika, atau wilayah Arab, di mana wanita sering dianiaya dan tidak memiliki hak sama sekali. Dalam kasus itu, saya justru mendukung penuh persamaan hak bagi wanita! Tapi saya berbicara mengenai feminisme ala Sex and the City dan Cosmopolitan yang sudah kebabalasan, membuat wanita menjadi monster materialistis yang maskulin dan merasa tidak membutuhkan pria.
Ibu saya sama sekali tidak mengerti tentang feminisme, karir, sepatu Prada, ataupun tas Louis Vuitton, tapi dia adalah wanita paling berbahagia di dunia.. karena dia mengerti dan menerima perannya sebagai seorang istri.
Sebagai seorang wanita, ibu saya berhak untuk MERASA AMAN secara fisik dan emosional dan DICINTAI secara hangat dan mesra, tapi dia juga wajib untuk selalu MENDUKUNG dan TUNDUK pada ayah saya di segala situasi. Tidak pernah sekalipun saya melihat ibu saya melawan atau menentang ayah saya. Beliau selalu mengalah.
Saya masih ingat, ketika saya masih bocah berumur 6-7 tahun, ayah saya mengalami kesulitan finansial yang cukup pelik dan sebagai akibatnya beliau harus kembali ke kampung halamannya untuk bekerja pada kakek saya. Jadi saya sekeluarga akhirnya pindah ke Sumatera. Itu merupakan masa-masa sulit bagi kedua orang tua saya. Saya dan adik saya yang masih bocah cilik jelas tidak mengerti betapa berat keadaannya, tapi bila sekarang saya melihat ke belakang, saya menyadari betapa stress ayah saya saat itu.
Bertahun-tahun setelahnya ketika saya beranjak remaja, ibu saya pernah bercerita bahwa di masa-masa itu ayah saya suka menangis sendiri di malam hari. Sedih karena tidak bisa membahagiakan istri dan anak-anaknya. Mendengar cerita ibu saya, saya menjadi semakin menghargai ayah saya.. tapi terlebih lagi, saya semakin bangga pada ibu saya yang rela menderita bersama dan terus mendukung ayah saya dengan penuh cinta tanpa mengeluh sama sekali.
Bila melihat kejadian itu, saya jadi mengerti mengapa ayah saya begitu mencintai dan menghargai ibu saya. Rasanya sangat tidak mungkin ayah saya pernah berpikir untuk selingkuh. Karena beliau tahu dengan pasti, wanita berkualitas yang menjadi istrinya sekarang hanya ada satu di dunia dan beliau tidak akan pernah menginginkan wanita lain.
Ayah saya MENCINTAI ibu saya lebih daripada beliau mencintai dirinya sendiri, beliau menjadi seorang PEMIMPIN yang bertanggung jawab yang MENJAGA dan selalu berusaha untuk MEMBAHAGIAKAN ibu saya dengan segenap jiwa dan raganya. Itu adalah kewajiban seorang pria. Dan ayah saya melakukannya dengan begitu indah. Saya ingin menjadi seorang suami dan ayah seperti beliau. Ayah saya adalah inspirasi saya.
Siklusnya tercipta dengan begitu sempurna. Sang wanita selalu MENDUKUNG penuh dan TUNDUK tanpa syarat, karena sang pria MENCINTAI sang wanita lebih dari siapapun dan MEMBAHAGIAKANNYA dengan segenap kekuatannya.
Dan begitu pula sebaliknya, sang pria MENCINTAI sang wanita lebih dari siapapun dan MEMBAHAGIAKANNYA dengan segenap kekuatannya, karena sang wanita selalu MENDUKUNG penuh dan TUNDUK tanpa syarat.
Ketika lingkaran itu sudah tercipta dengan sempurna, sudah tidak penting lagi siapa yang memulai duluan, yang mana sebab, dan yang mana akibat. Siklus ini akan berputar dengan sendirinya, dan kecuali ada pihak yang menghentikan siklus tersebut, maka siklus ini tidak akan pernah berhenti. Inilah yang disebut dengan HARMONIS.
Ketika tercipta siklus yang sempurna maka saling mencintai dan saling menghargai antar pria dan wanita akan menjadi makna yang sesungguhnya. Dan karena saking suami istri saling mencintai satu sama lain, maka rasa cinta itu akan meluap keluar dan dirasakan oleh anak-anak mereka. Maka tidak akan pernah terjadi yang namanya pilih kasih pada anak. Dengan mencontoh dari orang tuanya, anak-anak akan belajar mencintai dan menghargai satu sama lain.
Saya dan adik saya sangat dekat dan kompak, kami tidak pernah merasa ada pilih kasih. Kami berdua mengerti bahwa cinta di antara kedua orang tua kami lebih besar dari apapun juga dan melimpah ruah, sehingga kami tidak pernah khawatir akan kehabisan atau kehilangan cinta mereka. Hanya dengan melihat mereka begitu mesra mencintai satu sama lain, itu sudah membuat kami merasa hangat, bahagia, dan dicintai.
Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi setiap orang daripada tinggal dalam sebuah hubungan yang hangat, harmonis, dan penuh cinta.
Sahabat Anda,
Kei Savourie
Halaman-halaman: 1 2

qrenz bgt
Dah baca sebagian artikel loe bro!
Low Profile Banget loe Bro!
Salut Gue! 2 Thumbs
Terima kasih sudah membaca blog saya
So nice.. So beautiful.. Benar-benar suatu gambaran nyata yang sempurna tentang harapan setiap orang..
Great, bro!!
Mari wujudkan harapan itu, sobat..
Indah banget Kei..
*ternyata cerita begini bukan cuma ada di buku dongeng ya Kei.. *
Terimakasih sudah berbagi cerita dan memberi inspirasi
May God always bless you and your family..
Terima kasih Lia.. may God bless your family too.
Hi bro
Jujur..
to the point aja ,dan sedikit OOT..
emang aku akui,salah satu kehancuran UTAMA dari pribadi gua dulu,sebelom transformasi HS adalah ketidakpunyaan keluarga ini pada kepempimpinan seorang Papa,maka anak2nya mencari kepemimpinan melalui om dan tante yg notabene lebih dewasa dan terpelajar.Saya bukan menuntut seseorang harus S1,harus kaya rejeki dan harta atau apalahhhhhh…tetapi lebih kepada kedewasaan diri.
gua secara pribadi sering bingung …
apa sih yg gua dapet dari ortu?
kesetiaan antara suami istri? ya dapet dari mama dan papa saya…
perkawinan yg utuh/awet?
ya sayapun dapatkan…
tapi yg saya petik dari artikel ini adalah : BAGAIMANA seseorang itu bisa memimpin dirinya sendiri TERLEBIH DAHULU dan menjadikannya bisa BERDAMAI dengan dirinya sendiri,sehingga orangpun DAMAI dan mengikuti..
yeaa..the leader will lead,the follower will follow…
..dengan kata lain kemapanan = bensin menjalankan roda mobil kehidupan dan pikiran supaya berpikir lurus ,yg saya sampe sekarang masih belajar,walau susah saya tetap belajar(bagi sayaa papa anda telah mapan,bukan secara ekonomi,melainkan mapan mental yg sudah bagus dan “kepasrahan” pada Tuhan.)
maka dengan Kemapanan itulah MUNGKIN papa anda bisa dengan mata kepala sendiri DAPAT memilih perempuan yg menjadi mama anda kelak.Bukan kerena kesepian dan mengemis cinta,tetapi dengan KEMAPANAN itu ada ,dia MAMPU untuk tidak mentolerir hal2 yg tidak membuat dia jadi kacau balau,serta STABIL dan tau akan HAK dan KEWAJIBAN dia sebagai seorang bapak..
Maka saya anjurkan mapanlah secara pikiran dan mental dulu ,barulah ANDA berHAK membicarakan perkawinan..urusan uang?..itu akan berjalan seperti air mengalir…
kemapanan sekali lagi TIDAK diukur dengan uang,melainkan tanggung jawab.
sama halnya dengan perempuan yg sekiranya lebih baik dicari yg MAPAN secara pikiran dan emosi.Saya beberapa kali melihat wanita2 MAPAN bertingkah laku layaknya perexx ..
..yahh..perexx!
haha..
seperti akibat dari tulisan anda : Wanita2 modern dewasa in AMAT SANGAT menuntut haknya,dan itu benar adanya..Mereka lupa akan kewajibannya karena MEREKA MENUNGGU DAN MENCARI pria2 yg mereka pikir “pantas” untuk mereka,padahal kita tau wanita condong hidup dalam fantasi seperti di film2 titanic<—-artikel elu atau lex ya hahah
maka dari itu BERSYUKURLAH jika kita mendapatkan wanita yg mapan secara pikiran dan emosi..
so kemapanan bukan cuma dibutuhkan dari pihak wanita,priapun harus mapan,ya contohnya ibu dan bapak anda hehehe..cuma ya itu akibat dari misunderstanding about feminisme yg membuat semua jadi berantakan,dimana jaman sekarang adalah jaman fb dan BB,tweter dll..sekarang jaman hedonisme dan individualisme,semua adddddaaaaa..
bahkan waxing ketek dihollywood kabarnya ada bermacam2 type lasenya..
bayangin bro laser CUMA untuk remover bulu ada beberapa macem..ckckckc
orang semua berloma demi uang dan kenikmatan serta gengsi..kitapun sepertinya AMAT menutup mata akan hal2 negatif dari hasil gengsi ,hedonisme dkk..
sekali lagi mapan BUKAN soal materi,tp seberapa pintarnya anda untuk menilai situasi nuntuk melangkah dan bertanggungjawab..
regrads
romi
Wow! Komentar terpanjang di sini.. terima kasih sudah berbagi kisah, bro.
seperti kedua orangtua saya..cintanya dibalut tanggung jawab yg begitu kuat.
artikel yg bagus pak
Terima kasih sudah mampir, sobat..
Nice…
Similar with my parents ^^
Thanks..
Sekarang gw jadi tau kenapa waktu kecil gw sering merasa orang tua (Ibu) pilih kasih. Sebenarnya karena dalam rumah gw ngak ada contoh figur seorang “ayah” karena beliau jarang pulang yang disebabkan masalah pekerjaan, meskipun gw tau kasih sayangnya sebagai seorang ayah ke anak-anaknya tidak perlu dipertanyakan. Waktu kecil ibu gw jadi sering berperan ganda, bebannya lebih besar dibanding keluarga di lingkungan sekitar. Ketika sudah bisa tinggal sebagai 1 keluarga utuh, gw bisa mengingat kembali bahwa hubungan kedua orang tua gw termasuk harmonis meski tidak semesra keluarga Kei. Meski Ayah berkarakter keras dan kadang membuat keputusan yang salah, Ibu gw cuma sebatas menggerutu tapi tidak pernah menghakimi keputusan yang diambil Ayah. Kami sebagai anak-anak juga respek, tunduk, salut, sedikit takut (:p) ke Ayah karena Ibu gw juga bersikap demikian.
Mundur lebih ke belakang, gw baru menyadari kalau dari seluruh keluarga besar dari pihak Ayah -tanpa memandang kondisi ekonomi tiap keluarga- cuma 1 anak laki-laki kakek gw (si bungsu) yang punya problem berat di dalam keluarganya karena dia TIDAK berperan sebagai seorang Ayah. Padahal gw akui kalau tante gw itu adalah yang paling cantik secara fisik dari semua tante2 gw. Membuktikan bahwa mempunyai istri yang cantik tidak menjamin Anda bisa bahagia jika Anda tidak bisa bersikap dan memposisikan diri sesuai peran dalam keluarga.
Thanks Kei for this inspiring article.
Thanks for sharing your story, bro.. especially for this quote: “Membuktikan bahwa mempunyai istri yang cantik tidak menjamin Anda bisa bahagia jika Anda tidak bisa bersikap dan memposisikan diri sesuai peran dalam keluarga.”
* LIKE THIS *
Seperti gambaran keluarga gw juga…
Now I’m feels missing home…
Semoga gw bisa menciptakan keluarga yang harmonis seperti itu nantinya…
Thanks kei, very inspiring..
Thanks, sobat.. jangan lupa menelpon orang tua Anda dan bilang, “I love you..”
wow… sangat inspiratif bgt bro. Saya yakin bisa menemukan wanita yang memilki peran seperti itu,wanita yang benar2 mengerti perannya dan berkualitas.
Pasti, bro.. Saya doakan Anda segera menemukannya..
nice post… love this very much…
Thanks
dear Kei (feel strange calling you by that name),
Very inspiring…
)
CooL..
Warm
Thats Great..
I love my family, I’m always proud to be part of it.
whatever it is.
I love that you share the story of your life for many people.
It makes a lot of people grateful for life.
For me, love is grace, and God gave each person from different sides.
I believe will have a wonderful family… Amen…
XOXO,
oLa
Dear oLa.. thanks for your comment, babe..
wow salut banget ma orang tuamu.. itu yang di sebut cinta sepanjang masa, gak cuma mesra di tahun pertama saja..
semoga kelak jika saya berumah tanggga bisa demikian harmonis dan saling melengkapi
nice post mas..
salam
Apabila tercipta siklus seperti di atas, pasti harmonis deh..
Menyentuh, memotivasi sekaligus memberikan gambaran yang ideal peran pria dan wanita dalam hubungan romansa.
Tulisan keren dan komplit kei
Terima kasih, sobat..
Mantap…. Artikel loe yang terbaru selalu gw nantikan….
Bener juga kalo tiap pria & wanita sudah tau peran nya, keluarga pasti harmonis, karena dalam suatu keluarga hanya boleh ada 1 pemimpin !
Kalau ada lebih dari setu pemimpin yah itu namanya bukan pemimpin lagi bro
terharu…sekaligus menambah motivasi buat diriku… untuk jadi pria sesungguhnya….thank kei, banyak dari artikel lo yang jadi mantra buat gue dan pria2 diluar sana…
Sama-sama bro.. glad to help.
Semua harus kembali pd perannya masing2,, pria sbg pria dan wanita sbg wanita,, thanks 4 share kei.
You’re welcome bro..
i’m trying to be that kind of lady.. mohon doa restu ya ;p
sebenernya, menjadi pasangan yg seperti itu udah ada dalam bayangan gue sejak lama.
beda dengan lo, Kei, gue lahir di keluarga yg awalnya harmonis..
but then i don’t know wad happen, before i even see it coming, everything collapse.
i used to think that parents yg saling sayang satu sama lain til the end itu cuma bullshit yg ditawarkan di tepe2.
*lirik Kensi Raziel*
ditambah dengan ajaran seseorang ke gue kalo rasa cinta itu akan pudar seiring berjalannya waktu.
uptil recently…
i try my best to be a supporting and loving partner for my guy.
turned out great
satu tahun lebih, dan we’re still in love with each other.
Gue emang ga tau apa yg akan terjadi nanti ke depannya,
tapi gue bener2 berharap kalo gue udah tua,
gue bisa jadi orang tua kayak ortu lo, Kei
Dan gue harap anak gue nanti bisa ngomong gitu ke temen2 nya,
“my parents are my inspirations..”
ah, jadi curhat.
maaf kepanjangan :p
ciao~!
setuju ama pendapat lo , collapse terjadi karena salah satu pihak tidak melakukan perannya lagi. semua harus melakukan perannya masing2.
memang tidak mudah membina keharmonisan secara jangka panjang karena faktor lingkungan dan sistem dunia yang salah kaprah.
we just only pray and hope that we can life harmony each other forever
@RedZz: “Dan gue harap anak gue nanti bisa ngomong gitu ke temen2 nya,
“my parents are my inspirations..””
Suatu hari nanti, itu pasti terjadi.. tenang saja
Nice artikel Kei..Ah pengennya punya keluarga yg harmonis begitu. Tp suamiku ga romantis. Dia kaku.. Yg penting dihatinya ada cinta untukku. Walaupun dia ga bs tunjukkan lewat sikapnya.. Apa pria bs berubah jd romantis, Kei?
Tentu saja pria bisa berubah.. asal ada kemauan. Bukan masalah romantis atau tidak, tapi yang terpenting suami Anda bisa membuat Anda merasa dicintai.. itu sudah lebih dari cukup.
hai para pria sayangilah dan hormatilah istrimu……..
hai para wanita, tunduklah pada suamimu………..
semua sudah jelas………..
Sudah sangat jelas.. tinggal dilakukan saja.
dan semua yang baik berasal dari keluarga yang baik , begitu juga sebaliknya . setuju banget lex !
KOk Lex?
cuman Kei Savourie yg bisa bikin tulisan inspiring yang dalem meluluhlantahkan tatanan hati (seperti drc nya)
gw kira cuman di dongeng yg kek gitu, ternyata ada..
doa dan salam bahagia buat lo dan keluarga.
@Jartomy: Iya.. nanti saya beritahu Lex bahwa Anda setuju dengannya haha..
@Clivt: Thanks berat bro
Gimana klo kita sebagai cowok udah melakukan peran kita,,, namun cewek terlanjur mendapatkan kenyamanan sehingga merasa tak perlu melakukan perannya???? Gimana solusinya????
Siklus sempurna tidak akan tercipta bila ada salah satu pihak yang tidak melakukan perannya.. titik.
Mudah2an keluarga gue kelak seperti keluarganya Kei..aminn..
Mengingat puluhan jam diskusi kita, saya yakin itu pasti tercapai bro..
wihh.. keren bro. very inspiring.
jadi pria berkualitas..
temukan wanita berkualitas..
bangun keluarga berkualitas
dan akhirnya melahirkan keturunan ( generasi ) berkualitas.
gw setuju banget.
Soal generasi berkualitas bakal ada di entri mendatang bro
thanks for coming by..