Senjata Terampuh Wanita Menaklukkan Pria (Part 2)

Setelah saya membeberkan konsep wanita feminin di entri sebelumnya, kali ini saya akan memberikan beberapa panduan aplikatif cara menggunakan sifat feminin Anda dengan efektif. Mungkin Anda para wanita protes, mengapa harus mendengarkan kata-kata saya, seorang pria. Tapi justru karena saya pria maka saya tahu wanita seperti apa yang bisa membuat saya bertekuk lutut. Dan jelas saya juga mewakili para sobat pria yang lain.

Sederhana sekali sebenarnya. Satu prinsip yang perlu diingat para wanita adalah: pria itu mahluk ego. Di jaman kakek nenek kita dulu, peran pria sangat jelas. Ia adalah kepala, pelindung, dan penyedia fasilitas kehidupan bagi wanita dan keluarganya.  Tapi di jaman sekarang, tuntutan menjadi seorang pria telah menjadi sangat tinggi karena wanita telah mampu melakukan apa yang tadinya hanya bisa dikerjakan pria.

Contohnya, apabila wanita bekerja sebagai manajer maka otomatis tuntutan pria adalah memiliki jabatan dan gaji yang lebih besar daripada wanita. Karena apabila tidak begitu maka dia tidak akan dipandang. Baik oleh wanita maupun oleh lingkungannya.

Dan dengan segala perlakuan istimewa yang diterima wanita, jelas membuat wanita terasa jauh lebih dipuja, berkuasa dan diutamakan. Contoh paling nyata adalah budaya menembak yang jelas tidak ada pada jaman kakek nenek kita dulu. Dengan menembak, pria menaruh masa depan kebahagiaannya pada tangan wanita. Wanita lah yang memutuskan dan memilih. Pria hanya bisa pasrah dan berdoa.

Dewasa ini, pria telah kehilangan harga dirinya. Karena itu, pria jaman sekarang butuh merasa dihormati dan dihargai. Satu kata untuk merangkum 2 hal itu adalah: respek.  Wanita yang bisa memberikan respek pada pria sudah pasti akan menjadi rebutan!

Dalam hubungan romansa, pria butuh merasa bahwa ia mampu membahagiakan pasangannya. Kebahagiaan pria dalam membina hubungan romansa dengan wanita hanyalah satu: ketika ia dapat membahagiakan wanita yang disayanginya. Percaya atau tidak, 90% pria selingkuh karena ia merasa tidak mampu membahagiakan pasangannya meskipun telah berusaha dengan begitu keras, dan akhirnya ia pun menyerah..

Itu semua kembali berpulang pada ego. Karena apabila seorang pria dapat membahagiakan pasangannya berarti ia adalah seorang pria sejati dan sang wanita akan respek padanya secara penuh. Dan sebaliknya, apabila ia tidak bisa membahagiakan pasangannya, yang dirasakannya ketika sang wanita tidak lagi respek padanya, berarti ia adalah seorang pria yang gagal. Pecundang. Akibatnya, ia akan mencari wanita lain yang bisa dibahagiakan olehnya. Wanita yang respek padanya. Wanita yang bisa membuatnya merasa sebagai pria sejati.

Jadi sangat penting bagi wanita untuk mengurangi keluhan dan tuntutan karena itu adalah tanda ketidakbahagiaan, dan penting pula untuk menunjukkan bahwa Anda bahagia bersamanya. Apabila Anda merasa ada begitu banyak kekurangan dalam diri pria pendamping Anda, maka cara yang tepat untuk membuatnya berubah bukanlah dengan mengeluh dan menuntut. Itu sama sekali tidak efektif, malahan akan membuat si pria semakin yakin bahwa dia tidak bisa membahagiakan Anda. Dan percayalah.. cepat atau lambat, ia akan menyerah.

Satu-satunya cara agar wanita bisa merasa bahagia adalah dengan menjadi wanita yang sesungguhnya, wanita feminin yang memeluk sifat-sifat kewanitaannya secara penuh. Seorang wanita yang mengerti peranannya dalam hubungan: bersedia dipimpin, dibimbing, dan tidak berusaha untuk berkompetisi dengan pria. Karena ketika seorang wanita membiarkan dirinya menjadi wanita yang utuh, maka sang pria pun akan menjadi pria yang sejati yang selalu berusaha agar wanitanya dapat tersenyum bahagia.

Supaya tidak terdengar absurd, mari kita bahas secara bertahap.

Tahap Pre-Relationship

Memang wajib bagi seorang wanita untuk jual mahal apabila Anda ingin agar sang pria menghargai dan tidak menganggap Anda murahan. Tapi harap diingat, jual mahal tidak sama dengan bersikap rese dan menyebalkan. Jual mahal tidak sama dengan memberikan tes-tes tidak masuk akal hanya untuk membuktikan ketulusan sang pria. Jual mahal bukanlah memasang tembok tebal agar Anda tidak disakiti, tapi malah jadi menyakiti.

Pria yang berkualitas tahu tugasnya. Ia akan berinisiatif untuk memulai hubungan dengan cara yang menyenangkan.

Mengajak Anda ngobrol, membuat Anda tertawa, menelpon dan SMS, mengajak Anda untuk pergi nonton atau sekedar makan malam, tapi ia akan TETAP menjaga jarak dan memberi ruang bagi Anda untuk berpikir dan menghargai keputusan Anda. Pria berkualitas TIDAK AKAN menelpon dan SMS Anda dengan bertubi-tubi, serta memaksa Anda untuk pergi dengannya. Pria berkualitas akan berusaha membuat Anda aman, nyaman, dan tanpa tekanan apapun.

Apabila Anda bertemu pria yang seperti itu, maka tugas Anda sangatlah mudah! Anda hanya perlu merespon dengan positif dan tunjukkan bahwa Anda memiliki minat padanya. Saya tidak menganjurkan Anda untuk bersikap agresif, sama sekali tidak.. silakan menolak ajakannya sesekali dengan alasan sibuk, tidak mengangkat telpon atau membalas SMS setelah 2 jam. Tapi Anda WAJIB sesekali menghubunginya duluan. Cukup dengan SMS pancingan, “Lagi dimana nih?”

Yes, girls.. we know that’s just a bait. Tapi tidak masalah, karena pria akan dengan senang hati memakan umpan Anda, karena Anda telah menunjukkan minat Anda.

Ketika pergi berdua, pria berkualitas akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, sehingga Anda tidak perlu lagi memusingkan hal apapun selain menikmati saat-saat bersamanya. Pria berkualitas tidak akan bertanya kepada Anda mau ngapain, mau makan di mana, mau nonton apa, mau ngobrol apa, dsb.. ia tahu apa yang ia lakukan. Karena itu adalah tugasnya untuk membuat suasana kencan semenyenangkan dan senyaman mungkin bagi Anda.

Tugas Anda hanya satu: nikmati dan hargai usahanya. Janganlah sibuk dan autis dengan Twitter atau Blackberry Anda, tertawalah pada setiap jokes yang ia sampaikan, meskipun tidak lucu paling tidak Anda bisa mengomentari ketidaklucuannya dan tertawa bersamanya. Setiap kali ia memulai percakapan dan bertanya pada Anda, pastikan Anda juga bertanya balik. Jangan pasif. Tanyakan juga hal-hal yang ingin Anda ketahui dari dirinya. Hanya karena Anda bertanya duluan bukan berarti Anda murahan dan tidak tahu malu, justru itu menunjukkan Anda adalah seorang wanita yang tahu etika pergaulan.

Dan yang paling penting adalah: apabila Anda menikmati kencan tersebut, Anda WAJIB menunjukkannya. Tidak perlu secara langsung. Ketika Anda sampai di rumah, cukup SMS, “Thanks for tonight.. I had a really good time. Kalo dah nyampe rumah kabarin yah =)” Percaya deh, setiap pria pasti akan tersenyum bangga dan berbunga-bunga ketika membaca SMS seperti itu, karena itu berarti ia telah menunaikan tugasnya dengan baik. Dan ia pasti akan mengajak Anda untuk pergi lagi.

67 Comments

  1. Bravo Kei! Artikel kamu yg Part 1 & 2 ini emang bener bangetttt…

    I’m a living proof of a newly wife who is in a process of transforming my self from a feminist to a more feminine woman. Suami gue kira2 dua bulan yg lalu minta pisah krn dia bilang dia ternyata selama ini ga bahagia krn ga mampu bahagiain gw! Pokoknya kek petir di siang bolong deh…

    Usut punya usut n setelah introspeksi diri… ternyata gue selama ini kurang…oopsss ngggg… jauh deng dr feminin *masih berusaha ngelak😉 Tp sukur deh gue nyadar kekurangan gw n skrg lg brubah jd lebih respect, lebih sabar, lebih ngemong, lebih perhatian, lebih ngalah, lebih lebih lah…. Hasilnya, pernikahan gue sekarang lagi mengarah ke perbaikan…

    Gue pikir laki2 jaman dulu doang yang doyan cewek2 feminin… ehhh buktinya suami gue yg super modern pun ciut jg setelah liat aslinya gue gimana… (now I’m laughing….) Maklum deh, gw kan juga produk cewek masa kini… sekolah tinggi jebolan luar, kerjaan mayan, doyan konkow, sering blanja, gak bisa masak he3…

    Like

  2. saya senang sekali membaca artikel ini,emang wnta zaman sekarang terlalu tebal egoisnya tapi karena kesalahn pria juga yg terlalu berlebihan memanjakannya….tapi itulah realita…lingkungan kota,gaya,opini membentuk semuanya menjadi berubah….thanks ya kei

    Like

  3. FYI, ini komen gw bwd tulisan ini yg dishare di FB temen gw.,
    Yang bikin tulisan minta gw copast disini, jadi yaa gw copast.,

    Link bwd komen2 di FB:
    http://www.facebook.com/note.php?note_id=460084120329&comments

    Part 1.
    Notes kali ini agak ngganjel, ada beberapa yg gag pas.,

    Tlalu egois.

    Pernikahan itu jelas dibentuk atas dasar saling pengertian dan mampu saling menerima kekurangan masing2.

    Toleransi.

    Benar bahwa wanita harus menurut, tapi juga bukan b’arti tunduk secara penuh.
    Pria juga tidak selalu benar kan?🙂

    Disitulah peran istri, saling mengimbangi dan mengingatkan.

    Pada dasarnya, kembali kepada kodrat seperti yg tercantum dalam hadist, bahwa wanita memiliki kewajiban dasar dalam rumah tangga.
    Selama kewajiban tersebut dilaksanakan dengan baik, insya Allah keluarga tersebut akan baik dan langgeng.

    Intinya, disini bukan mengenai seperti apa kriteria keinginan si pria atau si wanita, tapi sejauh mana keduanya memahami dan melaksanakan hak dan kewajiban masing2 dalam rumah tangga sesuai syariat.

    Saat keduanya saling memahami dan melaksanakan dg baik hak dan kewajibannya, insya Allah akan tercipta harmonisasi kehidupan berkeluarga.

    Itu mengapa agama pun menyebutkan kriteria pria dan wanita yg sudah mampu untuk menikah, serta berbagai kriteria lain yg harus diamalkan agar pernikahan tersebut menjadi barokah.

    Namun sangat jelas, dari sudut pandang muslim, seorang istri memang diharuskan menurut perkataan suami dan dilarang membantah dg kasar.
    Saat ia tidak setuju, diskusikan dg kepala dingin.
    Cari referensi2.
    Lalu apabila ternyata sang suami salah, ingatkan dg baik2.

    Suami yg telah memahami hak, kewajiban, serta esensi berkeluarga tentu akan legowo dan menerima dg lapang dada.

    Diperlukan kedekatan emosional yg kuat dalam hal ini.
    Oleh karena itu, biasakanlah komunikasi intens antara suami istri.
    Jadikan suami atau istri sebagai tempat curhat dan bertukar pikiran sehari-hari, bahkan meski tidak ada hal penting.
    Karena komunikasi yg intens adalah jembatan untuk terbentuknya saling pengertian dan pemahaman diri yg lebih dalam.

    Ia suami atau istri anda, sepantasnya anda paling tahu mengenai dirinya dibanding orang lain, bahkan orang tuanya.
    *sewajarnya anak menyimpan rahasia dari orangtuanya.

    Part 2.
    Pemakaian kata ”satu-satunya. . .”.

    Subjektif mati saudara2,.

    …Tidak semua pria menginginkan wanita dg sifat feminim penuh.
    Ada juga yg suka cewe tomboy.

    Disitu di judge dg kaku bahwa satu-satunya jalan untuk wanita mendapatkan kebahagiaan adalah dg menjadi wanita yg memeluk sifat2 feminim secara utuh.

    Luar biasa sekali menetapkan batas dg kata ”Satu-satunya”.
    Hati2 dg pemilihan kata bung.

    Kenapa saya bilang kalimat itu tlalu subjektif, meskipun mengandung kebenaran yg mayoritas?
    Karena ada aspek minoritas, atau mungkin lebi dari sekedar minoritas, yg termarjinalkan oleh kalimat tersebut.

    Sebelumnya, pahamkah anda bahwa sifat maskulin dan feminim ada dalam diri tiap orang?
    Pada pria, maskulin lebi dominan.
    Tapi sifat feminim juga berperan membentuk pria menjadi makhluk yg gentle, mengerti hal-hal yg disukai wanita, dan mampu pula mengerjakan pekerjaan yg umum dikerjakan wanita seperti menjahit, merangkai bunga, dll.

    Pria yg tlalu maskulin dapat terkesan kasar, kaku, brutal, tidak mampu memperlakukan wanita dg halus.
    Sifat dasar maskulin adalah ego, senang berkompetisi, menyukai hal-hal yg memacu adrenalin, dst.

    Hal tersebut diimbangi oleh sifat feminim.
    Sifat ini pada umumnya diperoleh pria dari ibunya.
    Sifat penyayang yg lembut, dsb dari sang ibu yg menimbulkan sisi feminisme dan membantu menahan sifat maskulin agar tidak over.

    Namun apabila sifat feminim jadi lebih dominan, maka terbentuklah pria yg tidak tegas, terlalu pemalu dan lemah lembut, dan yg paling parah, menjadi banci.

    Hal ini karena maskulin dan feminim adalah sifat psikologis, bukan biologi genetis semata yg berdasar testosteron dan estrogen.

    Begitu pula yg terjadi pada wanita.

    Dan anda tidak dapat serta merta menetapkan bahwa wanita harus feminim penuh jika ingin bahagia.
    Kondisi mental psikologis yg terbentuk dari proses panjang dapat berakibat fatal apabila dipaksa berubah mendadak hanya karena baca notes.

    Dan lagi, tidak semua pria mempunyai kadar maskulinitas yg sama.
    Ada pula yg justru mencari wanita yg tomboy, tidak terlalu feminim, yg dapat tegas dan mendorong ia untuk bertindak tegas pula.

    Menikah salah satunya adalah untuk saling melengkapi.
    Jangan dipandang hanya dari satu sisi maskulinitas dan feminisme.

    Tuhan Maha Adil kawan.
    Ia tidak menciptakan hanya satu jenis pria untuk satu jenis wanita, sementara ada wanita jenis lain.
    Ada pria maskulin, ada wanita feminim.
    Ada pria yg kurang maskulin, ada wanita tomboy.

    Jadilah diri anda apa adanya, perbaiki apa yg kurang, namun jangan memakai kepura-puraan apabila anda memang tidak mampu menjadi demikian.
    Gantinya, perbaiki aspek yg lain, sehingga anda tidak terlihat hanya sebagai kekurangan anda.

    Dengan demikian, apabila ada yg mencintai anda, insya Allah ia tulus dan seterusnya ia tidak akan merasa tertipu.

    Apabila masih belum mendapatkan jodoh, berarti anda kurang introspeksi.
    Seperti yg saya katakan, apabila anda mampu, ubah dan perbaiki keburukan yg ada.
    Apabila tidak mampu, tingkatkan dan tambahlah hal-hal baik pada diri anda.
    Jangan ragu menerima kritik dari orang disekitar anda.

    Perasaan manusia itu kompleks, terkadang hanya bermain pada chemistry tertentu yg unik.
    Anda bisa saja menyukai seseorang yg diluar kriteria anda, karena alam bawah sadar anda mengenali bahwa ia yg anda butuhkan.
    Anda yg sebenarnya.
    Bukan anda dg segala kriteria keinginan yg tercemar nafsu, opini, stigma, stereotip dan tuntutan lingkungan sekitar.

    Sekian dulu.
    Mohon maaf kalo ada yg kurang berkenan.
    Cuma nulis opini pribadi.

    Thanks.,

    Like

    1. Luar biasa! Saya suka sekali dengan tulisan Anda.. Terima kasih telah menyempatkan diri berbagi pandangan dengan sobat yang lain di sini.

      Sebenarnya komentar Anda sejalan kok dengan inti dari tulisan saya. Tidak ada pertentangan disitu. Apabila Anda mempermasalahkan saya yang terlalu men-generalisasi, maka saya tidak akan membela diri.

      Saya memang men-generalisasi.

      Karena tidak mungkin membahas semua aspek dinamika hubungan pria-wanita dalam dua halaman entri blog, bukan? Doakan saja saya bisa membuat sebuah buku yang membahas mengenai hal ini dengan cara yang lebih akurat dan menyeluruh.

      Sekali, terima kasih atas komentar Anda🙂

      Like

  4. ..subhanallah..tulisan Anda mampu mmbuka pikiran saya tentang wanita yang seutuhnya, dan bagaimana dalam bersosialisasi…saya mau minta izin untuk diberikan kepada temna-teman saya..yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, amin..bagaimana?

    Like

  5. kei kayaknya cewek2 maskulin lebih banyak berada di kota2 besar dan metropolitan . cewe di kota gw kebanyakan tidak mengenal feminisme yang salah kaprah , baru setelah beberapa di antara mereka berpindah ke kota besar barulah mereka salah kaprah🙂

    kayaknya faktor lingkungan dan pergaulan lah yang membentuk feminisme yang salah ini

    Like

  6. SAYA INGIN BERKATA KERAS KERAS HAI PARA WANITA , LAKUKAN TUGAS ANDA SEBAGAI SEORANG WANITA YAITU MERAWAT , MENSUPPORT DAN MENDUKUNG .
    INGATKAH ANDA KALO JAMAN SEKARANG SUDAH TERJADI EMANSIPASI WANITA , BANYAK HUKUM YANG MELINDUNGI WANITA , BANYAK PRIA DI SANA MEMPERJUANGKAN HAK WANITA AGAR DI SAMAKAN , JUGA DALAM PERGAULAN BANYAK PRIA YANG SEKARANG LEBIH MENGHARGAI WANITA DAN MELINDUNGI WANITA .

    ITU SEBABNYA KALO ANDA SEBAGAI WANITA DI JAMAN INI BISA SEKOLAH, KARIR TINGGI , BAHKAN BISA BERKUASA ITU KARENA JASA PEJUANG WANITA FEMINIM SEJATI YANG BISA MENAKLUKKAN PARA PRIA SEHINGGA PARA PRIA MEMBERI KEBEBASAN PADA WANITA!!!!!!

    Hai WANITA JANGAN GUNAKAN KEBEBASAN YANG DI BERIKAN PRIA UNTUK MELAWAN PRIA KARENA SUATU SAAT JAMAN DULU DI MANA TIDAK ADA HAK UNTUK WANITA AKAN TERULANG LAGI DI JAMAN INI !!!!!

    Like

    1. Duh! Jangan keras begitu, sobat.. meskipun kata-kata Anda benar adanya, tapi tidak akan ada yang mau mendengarkan Anda apabila Anda berbicara terlalu keras dan menyinggung..

      Like

  7. Yes:)it’s true.we need respect to be able to drive ourselves to serve and give more to woman: Present woman actually’s changing too much even almost become a man who has a big ego too.that’s th problem i think;-)

    Like

    1. “we need respect to be able to drive ourselves to serve and give more to woman”

      That single sentence practically sums up my whole article🙂 thanks for the comment, bro..

      Like

  8. Bro, itu apakah hanya untuk wanita yang single aja atau cocok juga untuk wanita yang sudah berkeluarga ?….

    Saya udah baca berulang kali artikel ini, serta bagikan ke wanita yang masih single, ada yang protes dan aja juga yang ngucapin Thanks berat. Bagi yang protes, saya hanya sarankan baca berulang kali, sampai kamu muak.

    Mereka yang protes, itu teman-teman cewek saya, yang mandiri banget, cakep dan tomboy serta masih single. Tetapi 10 menit yang lalau sebelum saya ketik Komen ini, mereka kirim SMS kepada saya.Kira2 bunyinya begini “Thanks ya Nald atas Link artikelnya. Gw mulai paham…”

    Like

  9. Kei, nice post… It really reflects the world’s situation..

    My bestfriends’s dad once said

    “a real woman wants a real man to lean off, not a little baby to be taken care off…”

    but the problem is, real women are rare things….

    Like

  10. nice post nih bro kei…
    Pernah juga pengalaman saya diperhatikan sama cewek yang ‘not a puyer not yet a vitamin’ tapi dengan cara-cara yang feminin seperti yang kei sampaikan di atas. Rasanya lebih enak (bukan ngarep) ketika saya bergaul sama dia daripada pengalaman saya bergaul dengan vitamin tapi terlalu jaim dan high class.

    Like

  11. a little old quote from “Take the Lead” that i think match the article ^^

    Pierre: No, no, no LaRhette, the man leads. It is the woman’s job to follow.
    LaRhette: Oh, so if he gets to lead, then he’s gonna think he is boss?
    Pierre: No, but he is… not. You see, the man proposes the step. It is the woman’s choice to accept by following. Now, to follow takes as much strength as to lead.

    Like

  12. Kalau anda para wanita masih ragu akan keabsahan artikel Kei ini, mungkin pengalaman saya baru2 ini agak nyambung dengan artikel ini :

    Minggu ini saya menolak ajakan pergi dua wanita cantik, menarik dan gaul yang berdomisili di Jakarta….karena otak saya terlalu terfokus dengan seorang gadis asal kota kecil,yang tidak pernah clubbing yang akan saya temui besok…dimana tanpa sungkan dia menghubungi saya hanya untuk mengingatkan untuk sholat Jumat…

    Like

  13. “Kemarin itu pas kamu telpon aku malam-malam, wah aku hepi banget.. sampe tidurnya aja tersenyum. Kamu kok tau kalo aku lagi kangen? Sering-sering dong telpon aku, biar aku tidurnya enak. Makasih ya uda nelpon aku..”

    baca kalimat ini aja gw merinding, bahagia bngt klo ce gw bisa ngomong gitu… keep up the good work brother. u are really my inspiration

    Like

  14. Kalau boleh berbagi cerita sedikit,

    Pribadi diri saya adalah seorang pria dengan jiwa kepemimpinan kuat dan memiliki visi hidup “untuk segala kebaikan sesama”. Namun, dulunya saya sering berhati “keras atau dingin” terhadap orang lain, terutama wanita. Dan aya akui banyak dari mereka para wanita ini sudah jelas-jelas ingin mendapatkan diri saya atau membina hubungan dengan diri saya.

    Saya adalah salah satu pria berhati “keras dan dingin” di luar sana yang sekarang hatinya TELAH diluluh-lantakkan hatinya oleh sikap feminin dan keibuan seorang wanita sejati. Singkat kata, setelah melalui banyak “pencarian” saya, saya telah menemukan seorang wanita yang benar-benar wanita yang kini telah menjadi pasangan saya dalam menempuh sisa hidup kami di dunia ini yang sesungguhnya betul-betul singkat ini, untuk bersama membangun keluarga yang bahagia dan mengisi hidup kami agar penuh dengan cinta yang tulus.

    Saya hanya bisa bersaksi bahwa tehnik-tehnik untuk wanita yang dijelaskan didalam artikel ini terbukti sangat ampuh asalkan digunakan oleh wanita dengan penuh tanggung jawab dan niat baik untuk kebaikan bersama. Istilah saya untuk ini: main cantik, secara wanita.

    Regards,
    Pejantan Tangguh

    Like

  15. Paragraf terakhir ini,

    Ingat baik-baik satu hal ini: pria mencari istri yang respek dan mendukungnya, yang keibuan dan bisa mengurus keluarga dengan hangat, BUKAN istri yang seksi dengan karir sukses yang selalu menentang dan mengeluh setiap saat.

    Pria banget!

    Like

  16. thats it! RESPECT. bahagia nya bila punya pasangan seperti itu, memang laki2 dan perempuan seharusnya berjalan bersama (subjek) bukan menaklukannya ataupun mengalahkannya.
    very good article masta!

    Like

  17. Ah, yakin tuh. Ce tuh dimata pria objek sex anda ngeliat pasti dari fisik dan kemolekan tubuh kita. Pria akan tergila-gila, tinggal dimanfaatin dech, gak berlaku buat ce jelek

    Like

    1. Fisik tidak akan bertahan selamanya. Pria-pria yang terpancing oleh kecantikan fisik, cepat atau lambat akan meninggalkan anda untuk mencari wanita yang lebih cantik. Bukan kecantikan fisik yang akan membuat seorang pria menjadi setia kepada seorang wanita.

      Like

    2. Cewe yg dilihat pria sebagai objek sex itu hanya cewek yg memang dari tampang nya aja udah vulgar. Tampang mu vulgar? Haha.
      Ga semua cowo tergila-gila sama fisik dan kemolekan tubuh kita (cewe).
      Mungkin bisa sih dapetin cowo2 yg otaknya tidak pada tempatnya.
      Tapi untuk dapetin cowok yg berkualitas, kita sendiri harus berkualitas juga.
      Kecantikan akan pudar seiring waktu.
      But with brain and attitude, u’d get whatever u want without having to afraid getting old.

      Ngga berlaku buat cewek ga berotak, tentu saja.🙂

      Like

      1. @Perek: “Pria akan tergila-gila, tinggal dimanfaatin dech”
        Sayangnya, memang penyataan Anda ada benarnya. Justru itu membuktikan bahwa di jaman sekarang wanita jauh lebih berkuasa daripada pria. Apalagi pria-pria yang kecanduang seks dan pornografi, jelas berada dalam genggaman kekuasaan wanita. Mungkin kapan-kapan saya akan menulis mengenai hal itu..

        Like

    3. saya kasihan kepada anda , karena dalam hidup anda di kelilingi pria-pria ga berotak alias berotak udang

      teman saya play boy yang udah sering ganti wanita cantik akhirnya menikah dengan wanita ga cantik tapi feminim . itu sudah banyak terjadi .

      Like

  18. Kei’s two-pages long, two series articles on “Senjata Terampuh Wanita bla bla bla” can be summarized into one short sentence: “Do onto others as you would want them do unto you.”

    Like

    1. Not really, Kiddo.
      That is not how the universe works. Because the universe cannot be summarized just in a simple quote like that, Kiddo.

      Like

    2. baca dulu sampe abis, biar bisa bikin summary yg bener.

      imho, artikel ini tentang menjadi cewek yg bisa mengimbangi cowok. not as easy as “do as you would want them to do unto you.”

      Like

    3. @Carrie Bradshaw: In a way, yes.. that might be true. But I don’t think it’s fair if the woman does the things that I have to do as a man, and vice versa🙂

      Thanks for your comment though.

      @Mr. Big: Haha.. nice, kiddo😛

      @Redzz: Long time no see🙂

      Like

      1. Eg. if you want others to pay respect to you, treat them likewise. If you want to keep others away from you, treat them like they’re bitches and jerks that will threaten your species’ sustainability.

        Set good examples for others, including girls, to follow you as a good leader.

        Like

    4. Typing while enjoying his Monte Christo cigar..

      Bingo.

      By the way,

      I know your friends just fine. Charlotte is the brunette, Miranda is the redhead, and Samantha is trouble.

      So we’re still good, right Carrie?

      Like

Comments are closed.