Q&A: Hubungan Romansa Lintas SARA

Beberapa hari yang lalu, seorang alumni bertanya secara khusus pada saya di Glossy Spot (G-Spot), forum eksklusif alumni Hitman System. Seorang alumni meminta solusi atas permasalahan yang sedang beliau hadapi. Saya meminta ijin padanya untuk mempublikasikan Q&A tersebut untuk membuat Anda sedikit gundah dan memikirkan kembali mengenai hubungan romansa lintas SARA yang pernah saya tulis tempo hari.

Di bawah ini adalah versi yang sudah diedit demi formalitas bahasa, menyamarkan identitas, dan menghilangkan beberapa informasi sensitif.

******

“Kei, sejak ikut Hitman System sekarang saya sudah sangat berbeda, sudah bisa merasakan yang namanya punya SP (Steady Partner), bahkan lebih dari dua kalo mau hehe….. Thanks banget brother Kei. Anda instruktur favorit saya.. dan juga untuk semua support dari brothers yang lain tentunya, saya menjadi seseorang yang jauh lebih baik.

Tapi, saat ini saya sedang memiliki masalah yang hampir sama dengan tulisan Kei: Tentang Hubungan Romansa Lintas SARA

Saya akan coba jelaskan posisi saya dan apa yang saya rasakan.

Semuanya berawal ketika saya berkenalan dengan seorang cica, sebut saja namanya Sunny. Hanya butuh satu minggu bagi saya untuk menjalin hubungan yang spesial dengannya dan mengetahui semua hal terdalam dari dirinya, ini berkat konsep DRC (Deep Romantic Communication) yang sudah saya dapatkan dari Master Kei beberapa waktu yang lalu.

Dari pengalaman saya mengaplikasikan DRC, saya merasa jadi lebih bisa berempati, bersyukur, dan melihat masalah dari beberapa sudut pandang, membuat saya lebih dewasa dan tentunya menjadikan pribadi saya sebagai seorang pria yang dewasa. Paling tidak, begitulah komentar teman-teman saya🙂

Singkat cerita, Saya dan Sunny semakin dekat, dan itu mungkin kesalahan terbesar saya… karena dia sudah memiliki kekasih. Hubungannya LDR (Long Distance Relationship) karena tinggal di kota yang berbeda dengan jarak yang jauh. Hubungan dengan pacarnya waktu itu sempat goyah, karena pacarnya ketahuan selingkuh.

Pelatihan Hitman System telah mengajarkan saya banyak hal, sehingga bagi Sunny, saya terasa berbeda dari semua pria yang pernah singgah dalam hatinya. Dia tipikal wanita yang selalu menjalani masa pacaran cukup lama, sampai umur 21 dia terhitung hanya tiga kali pacaran dan kisah percintaanya memang kurang begitu bagus.

Dia berasal dari keluarga broken home, tanpa orang tua dan harus menjalani hidup yang keras. Sejak dari remaja dia sudah dituntut untuk menghidupi dirinya sendiri, dan lagi hubungannya dengan keluarganya pun tidak harmonis. Karena itu, sebagian besar hidupnya penuh dengan tangis.

Ketika saya masuk dalam hidupnya dengan semua kualitas yang saya miliki, dia merasakan sebuah perubahan. Saya membawa keceriaan dalam hidupnya, dari mulutnya langsung dia pernah berkata, “Aku merasa seperti bukan diriku sendiri, ketika aku sedang sama kamu..”

Dan ini salah satu kesalahan saya.. karena saya tahu hubungan kami akan sulit untuk dijalani. Saya terlahir di keluarga Islam yang begitu religius, yang memegang agama dengan kuat, begitu juga dengan Sunny, dia adalah seorang Kristen yang taat. Saya pribumi, sedangkan dia keturunan Chinese.

Kita sama-sama tahu kalau hubungan ini bakalan sulit. Sering terlintas kata-kata dari mulutnya, “Aku bakalan sulit ngelupain kamu..”

Dan kebodohan saya yang lain adalah, saya sering melempar candaan yang seperti impian, misalnya: “Kita kalau jalan begini kayak pasangan muda yah.. (sambil menggandeng tangannya)”.

Kei, barusan dia bilang kalo dia ingin memutuskan hubungan dengan pacarnya..

Jujur, pernah terlintas dalam benak saya untuk meninggalkannya karena saya tidak ingin masalah ini jadi berlarut-larut, tapi hubungan kami sudah sangat dalam. Saya sangat menyayangi dirinya, dan rasa itu membuat saya tidak bisa meninggalkannya. Apalagi saat ini dia benar-benar sendirian dan membutuhkan saya.

Saya sadar bahwa saya tidak bisa jadi superhero, tapi saya tidak bisa memungkiri perasaan saya padanya..

Brothers semua, apa yang harus saya lakukan? Kei, saya mohon petunjuknya…”

– Leaon

******

Berikut ini adalah jawaban saya atas pertanyaan beliau:

“Leaon, saya mungkin tidak begitu bisa memberikan solusi yang akurat karena ada begitu banyak faktor yang hanya bisa dianalisa oleh diri Anda sendiri. Yang membuat masalah ini menjadi sangat berat dan sulit adalah karena sumber permasalahannya merupakan FAKTOR EKSTERNAL yang tidak bisa kita kendalikan: orang tua, keluarga besar, budaya dan agama.

Berbeda dengan masalah pribadi diri sendiri yang sifatnya psikologis dan emosional seperti patah hati, minder, atau insecurity, masalah lintas SARA adalah masalah yang biasanya melibatkan banyak pihak. Ini yang membuatnya begitu rumit.

Karena sangat berpengaruh pada faktor eksternal, maka tidak ada metode paling tepat untuk mengatasi masalah ini. Saya sudah banyak melihat pasangan lintas SARA yang akhirnya menikah dan bahagia, beberapa di antaranya sahabat-sahabat dekat saya sendiri. Tapi saya juga sudah melihat begitu banyak pasangan hancur berantakan dan menangis pilu gara-gara hal ini.

Saran yang bisa saya berikan untuk Anda saat ini adalah:

ANALISA POSITIF NEGATIF-NYA DENGAN JELAS

Apa yang akan terjadi bila Anda melanjutkan hubungan ini? Patah hati? Sakit hati? Kekecewaan? Kebahagiaan? Kepuasan? Apa yang akan Anda dapat? Untuk itu jelas Anda perlu sedikit mengobrol dengan orang tua Anda, tidak perlu memberi tahu segala macam detil, cukup buka wacana dan bertanya saja: “Mam, misalkan saya pacaran dengan yang berbeda agama dan ras, gimana?”

Lihat reaksi mereka.. Anda yang paling mengenal orang tua Anda sendiri, jadi cuma Anda yang bisa tahu apakah ada kemungkinan untuk mengusahakan hubungan ini atau tidak. Dan pastikan, pasangan Anda juga melakukan hal yang sama: bicara dengan pihak keluarganya..

Bila Anda pikir hubungan ini layak dan pantas untuk diperjuangkan dengan segala pengorbanan yang akan Anda alami, maka silakan Anda lanjutkan. Tapi, kalau Anda merasa tidak mungkin melanjutkan dan lebih baik mundur, maka lakukan sesegera mungkin sebelum segalanya menjadi lebih berat dan semakin rumit..

Setiap orang berhak untuk bahagia. Ini bukan soal egois, ini bukan soal tidak berani berjuang, dsb. Ini soal memutuskan yang terbaik untuk diri Anda dan dirinya. Demi masa depan Anda dan dirinya. Tidak ada yang salah dengan itu.

TEGAS DAN TEGAR DENGAN KEPUTUSAN YANG DIAMBIL

Bila Anda dan partner Anda memutuskan untuk GO FOR IT dan melanjutkan hubungan ini. PERTAHANKAN HINGGA TITIK DARAH PENGHABISAN!

Karena Anda dan dia sudah pasti akan menghabiskan begitu banyak investasi waktu, emosi, tenaga, pikiran, dan perasaan, yang akan terbuang percuma kalau Anda tidak perjuangkan ini hingga akhir. Semuanya jadi sia-sia belaka dan hanya akan jadi penyesalan. Buat janji komitmen berdua dengan pasangan Anda, dan lakukan segala macam cara untuk memperjuangkan hubungan ini. Dan tentunya, nikmati dan hargai setiap waktu yang dihabiskan berdua.

Karena Anda pria, jelas tanggung jawab terbesar ada di tangan Anda. Hubungan tidak akan selalu berjalan mulus, dan partner Anda mungkin akan merasa ragu di tengah jalan. Akan ada banyak drama, pertentangan, tekanan dari pihak orang tua dan keluarga, belum lagi lingkaran sosial Anda yang tidak setuju, dsb.

Anda harus jadi PRIA YANG TEGAR! Itu tugas terbesar Anda.

Apakah Anda sudah siap?

Atau, bila Anda memutuskan untuk mundur dan menjadikan hubungan ini sebuah kenangan manis sesaat saja, maka Anda juga harus KUAT dan jangan pernah lagi MENENGOK KE BELAKANG. Anda harus merelakan dan melupakan hubungan ini. Dengan kata lain, Anda benar-benar tidak boleh berhubungan dengannya lagi.

Jaga jarak, menjauh dari hidupnya, jelas tidak boleh lagi gandengan, jalan berdua, kiss, dan semua aktifitas intim yang biasa Anda lakukan. Anda TIDAK BOLEH BERGEMING bila dia memohon-mohon dan menangis untuk melanjutkan hubungan ini.

Mengapa ini penting sekali? Karena bila Anda LEMBEK dan tidak bisa tegar, maka masalah ini akan terus berputar-putar dan menyeret Anda berdua dalam penderitaan emosional yang sangat destruktif. Bila Anda tidak bisa teguh pada keputusan Anda, maka masalah ini TIDAK AKAN pernah bisa selesai. Hidup Anda dan dia akan hancur berantakan!

It’s tough. But if it’s the best for you and her, then you must be strong..

Anda yang paling tahu di mana posisi Anda sekarang, bagaimana situasi dan kondisi hubungan Anda dan dia, keluarga Anda, keluarga dia, dan semua faktor yang bisa memperburuk atau membuat keadaan jadi lebih baik. Ambil waktu, pikirkan dengan baik, dan putuskan yang terbaik.

We’re here to support you.”

******

Masalahnya terlihat cukup pelik, namun sebenarnya cukup umum. Saya yakin, di sekitar Anda pun kerap terjadi hal yang seperti ini. Mungkin Anda pun pernah mengalaminya.

Saya mengerti bahwa setiap orang memiliki opininya masing-masing mengenai masalah ini. Banyak yang berpendapat bahwa cinta harus diperjuangkan tanpa mengenal perbedaan, namun juga banyak yang bersikeras bahwa SARA harus dipegang teguh untuk kebaikan bersama kedua belah pihak.

Apapun pendapat Anda, saya tidak akan memberikan argumentasi. Saya hanya ingin membuka wacana diskusi bagi kita semua untuk memikirkan kembali dinamika sosial di sekitar kita.

Bila Anda berada dalam posisi Leaon, apa yang akan anda lakukan?

Sahabat Anda,

Kei Savourie

*Semua cerita di blog ini adalah kisah nyata, tapi semua nama disamarkan untuk melindungi privasi orang-orang yang bersangkutan.

70 Comments

  1. Buat saya,hidup adalah hidup saya. Hidup hanya sementara. Lebih baik mencoba, gagal tapi pernah mencoba, daripada tidak pernah mencoba, tidak pernah merasakan apa-apa hanya menyesalinya hingga nanti tua (ini pelajaran yang ada dlm hidup saya)

    Like

    Reply

  2. Kalau menurut gue yaa, bro…
    agama itu adalah pilihan&merupakan hak yg paling asasi dan pribadi di dunia ini, seharusnya tidak bisa seseorang untuk dipengaruhi supaya pindah ke satu keyakinan yang lain..(bahkan termasuk jika diikatkan pernikahan nantinya..)
    kalau misalnya saja gua ini kan beribadah di gereja, mau cari calon partner di gereja merupakan hal yang bisa-bisa saja&biasa-biasa saja.
    Yang menjadi bebean pikiran adalah bagaimana kalo hati dan pikiran memang sudah nyantol ke orang yang beda agama/ ras dan lain sebagainya?…
    Perbedaan agama sejauh yang saya paham, sebaiknya kita bicarakan dengan cara yang dewasa… Lebih lagi bagi mereka yang berperan aktif di dalam kegiatan keagamaan mereka, karena itu merupakan bagian dari kehidupan mereka, lebih jelasnya lagi adalah merupakan Pilihan Hidup mereka. Pada saat menikah, bagaimana tata cara prosesi pemberkatan pernikahannya, serta akan dilakukan menurut tata cara agama yang mana? juga merupakan keputusan yang harus dibicarakan dengan cara yang elegan..
    Jika mengenai agama yang diimankan ke anak-anak kelak, itu tergantung dari kecocokan serta jalan hidup yang akan mereka anut kelak (saya pribadi hidup di keluarga inti yang heterogen dalam masalah agama, berpindah-pindah agama, sampai akhirnya saya menetapkan pilihan yang mantap)
    Tetapi yang jadi masalah: (sekaligus menjadi pertanyaan saya buat kita) “Apakah dia itu memang seseorang pantas dibela, kita perjuangkan dan apa kita mau/ sanggup lalui pengorbanan besar?”
    Menurut saya hidup singkat dan sementara, Broo. So, yakin kita memang mau menuruti semua pakem/ sistem/ norma yang ada dan sudah jalan di masyarakat selama ini, atau berani, mau memperjuangkan, berkorban, mengambil resiko demi hidup kita bisa bahagia?
    Jika berhasil, kamu yang akan menuai kebahagiannya..(semoga sampai selama-lamanya), tapi kalaupun tidak berhasil, tidak masalah, man.
    Karena lebik baik mencoba (untuk saya) daripada menyesal sejadi-jadinya dan dipendam sampai kita tua nantinya. Silahkan dipikir dan dijalani yang sebaiknya.

    Like

    Reply

  3. tapi klo menurut aku yg plng susah ttg agama karna keyakinan yg memang sudah kita anut/pelajari sejak kecil.kalaupun beda dr SARA pd saat nanti nikah mau tdk mau salah 1 hrs ada yg mengalah atau pindah keyakinan otomatis ikut cowo karna pemimpin rmh tangga.sehingga apabila nanti punya anak tdk perlu pusing ttg agamany & harus tunjukkan pd ortu/keluarga besar bahwa perbedaan bisa jadi satu yaitu hubungan pernikahan yg awet sampai kakek & nenek.agar membuka pikiran bahwa yg dipikirkan itu tak selamany benar

    Like

    Reply

  4. klo aku ada diposisi jadi cewe leon memang susah pertama ttg hati&perasaan disisi lain ttg keluarga besar.memang yg namany ras,agama,suku,adat budaya di indo sngt kental bngt.da kluarga yg tdk bermasalah ttg SARA ada juga yg bermasalah.yg hrs dipikirkan adalah ttg masa depan klo nikah.agama yg hrs dipilih,cara beribadah yg berbeda,dan tentuny pendapat keluarga besar nanti terhadap ortu masing2

    Like

    Reply

  5. i hate racismmmmm…… gw dah berkali kali sakit hati gara gara ginian..😦

    gw kristen.. rajin ke gereja biar dapet cewek dan ketenangann hati.. begitu dapet yang cocok.. beda ras…

    gak rajin ke gereja dapetnya muslim.. lagi lagi mentog…

    i hate god

    Like

    Reply

  6. Saya juga punya sahabat yg berasal dari orang tua beda agama . Walaupun (mungkin) kedua ortunya bisa mengatasi tekanan dari masy sekitar , masalah yg lebih pelik justru dialami oleh sang anak , spt misalnya bingung memilih agama ..

    Like

    Reply

  7. Menurut saya untuk menjalankan hubungan lintas sara, kedua belah pihak harus memiliki toleransi dan saling menghargai.
    Jangankan beda ras, satu ras tapi beda agama pun terjadi kecekcokan.
    Kedua belah pihak harus memiliki hati yang besar dan bisa think out of the box.
    Jika salah satu pihak tidak bisa maka memang hubungan tersebut tidak bisa dilanjutkan. It hurts but that’s the truth.
    Sebenarnya hubungan satu ras dan satu agama pun byk yg tidak sukses, jd kenapa musti ditambah lagi dengan masalah sara.
    Sebenarnya hubungan baik satu ras, satu agama, beda ras, beda agama yang penting ya itu.. memiliki hati yang besar dan bisa think out of the box maka keharmonisan dalam keluarga bisa tercapai.

    Regards,

    Jimmy

    Like

    Reply

  8. sulit juga ya…
    kalo menurut asumsiku, Dia kan broken home, ajak si dia masuk ke Islam.

    misal
    kalo udah trlanjur dalem, ditrusin, trus nikah,
    nah disini masalah akan semakin rumit, salah satunya “Agama apa yang akan dianut oleh si Anak?” maupun yang lain-lainnya.
    saya tidak akan menjelaskan jalan keluar maupun resikonya karena anda lebih mengetahui dari pada saya bukan?

    yang saya tahu, mas leaon pasti menemukannya!

    Joke space
    “Ini semua gara-gara HS, kalo bukan karena HS, semuanya tak kan seperti ini”
    hehe…

    Like

    Reply

  9. Hubungan Romansa Lintas SARA”
    Dahulu ada tiga hal perbedaan’ yg menyebabkan kandasnya sebuah realtionship :
    1.Perbedaan Agama
    2.Perbedaan Suku
    3.Perbedaan Status sosial

    nampaknya jaman sekarang tambah satu kategori lg yaitu :
    4.Perbedaan jenis kelamin🙂

    so buat Leaon…Tetap semangat krn anda tidak sendiri😛

    Like

    Reply

  10. Hubungan lintas ras, agama dan lainnya sdh umum terdengar di masyarakat. Begitu juga dalam keluarga besar dari ibu saya, ada yg menikah dgn kenyakinan yg lain. Kami tetap saling menghormati dan respect pada tiap2 kenyakinan. Semua bisa berjalan lancar2 saja.

    Ada beberapa point yg mungkin perlu anda pertimbangkan utk meneruskan hubungan. Dimana hubungan selama masa berpacaran tdk selamanya terus berpacaran. Tentu akan masuk dalam rumah tangga. Pertanyaan yg mungkin peru anda jawab dgn jujur utk diri anda sendiri, bagaimana dgn agama yg akan diyakinkan anak, bagaimana pola rumah tangga yg ingin dijalankan, bagaimana pengambilan keputusan yg terbaik utk setiap hubungan menyangkut perbedaan.

    Ini perlu anda bicarakan dgn pasangan, setiap keputusan yg dihasilkan, selalu ambillah yg terbaik utk semua. Mungkin tidak setiap keputusan bisa memuaskan harapan setiap individu, namun dgn prinsip sama2 memberikan jln keluar secara bersama2 lebih baik jika tdk dilakukan dgn suasana yg tidak mendukung. Misalnya mengambil keputusan saat terjadi pertengkaran. Saya memiliki kenyakinan sendiri, apapun setiap keputusan yg diambil meskipun menurut anda itu yg terbaik saat dlm suasana emosi, itu bukan hasil yg terbaik dari pemikiran anda sendiri.

    Ada banyak lagi hal2 yg penting selain koment saya diatas, namun penyebab kegagalan utama dari rumah tangga dari buku2 yg saya baca. Keputusan yg salah awal dari kehancuran rumah tangga yg sdh dijalin lama.

    Like

    Reply

  11. aku cma mo blang ke leaon hdup ad awal dan ad akhir, jika sesuatu itu brakhir psti awal dr sesuatu, so brpkirlah matang2 krn engkau adlah pria dewasa yg sdh di ddik d HS.
    klu bleh jjur sich ak brasal dr kluarga lintas SARA, tp mreka adem ayem kx. Tapi tdak smua org bs brpkiran sma bkan.

    Like

    Reply

  12. Wanita adalah tergantikan, sementara orang tua adalah tak tergantikan. IMHO, adalah bodoh lebih mementingkan yang tergantikan sebagai ganti yang tak tergantikan.

    Like

    Reply

  13. Gw pribumi ingin sih punya SP cica, tpi belum kesampaian.
    Ada cerita menarik dari customer gw, ketika gw tanya bapak asli mana? dia jawab dengan entengnya gw “Asnawi”. Gw balik tanya asnawi itu apa pak? dia bilang “Asnawi = Asli China Betawi…kontan aja gw ngakak…kok bisa, gimana ceritanya pak? dia bilang nyokapnya itu Chines, bokapnya betawi. Dia punya kakak cowok muslim. Customer gw ini sekarang umur 40th, sdh punya anak 3, dan istrinya bukan Chines tapi Vitamin 8 bro…hhehehhee. Dia bilang keluarga gw Pancasila jadi perbedaan suku sama agama gak masalah. Ini customer gw dulu tinggalnya di Tanjung Duren – Jakarta Barat. Indahnya kalau kasus di atas endingnya seperti ini.

    Like

    Reply

  14. saya menikah dengan wanita yang serumpun marga dengan ibu saya. dimana bisa dikatakan saya memegang adat istiadat. saya mencari wanita yang cantik, setia. dan itu saya dapatkan juga.

    walaupun begitu, saya sebagai alumni salah satu organisasi mahasiswa islam. senior kami alm. nurcholis madjid pernah mendobrak pakem menikah lintas sara ini. beliau adalah cendikiawan islam yang menikah dengan wanita chinese.

    jadi tidak perlu takut mendobrak pakem, liat dan pelajari contoh2 tokoh2 bangsa yang menikah lintas sara, ambil “do n dont”nya.
    dan aplikasikan.

    semoga allah merahmati kakanda nurcholis madjid.
    gajamada.

    Like

    Reply

  15. Kalau saya di posisi Leaon? saya akan memutuskan hubungan dg Sunny, trus pergi backpacking sebulan atau berbulan-bulan ke India, kerja serabutan atau jadi sukarelawan disana — supaya punya uang buat makan sendiri dan tinggal sekadarnya. Kalau hati sudah mantap untuk memulai kehidupan baru (move on) baru saya kembali ke daerah asal, atau mungkin ke tempat lain. Saya melakukan ini bukan untuk melarikan diri dari kenyataan, walaupun memang pada awalnya motivasinya begitu. Tapi saya lakukan ini untuk redefine my life, my new life to be precise. Kalau saya tetap tinggal di lingkungan saya sekarang, maka kehidupan baru saya akan tetap berputar di lingkungan yang lama dengan masalah yang sama, dan tentu saja solusinya gak jauh beda dengan yang ada sekarang. Saya pengen ganti suasana, bertemu dengan orang2 baru yang tidak pernah saya temui seumur hidup saya, dan mengenal dunia dari sudut pandang mereka. Kedengarannya seperti kisah hidup Benjamin Button ya? hehehehe … tapi banyak orang yang melakukan hal itu dalam dunia nyata, and they survive. So good luck Leaon.

    Like

    Reply

  16. well bro,
    we’re all, SAGA brothers, will always support you and anything you decide for your next journey..

    Ayo besok merayakan Saga day!
    We’ll have so much fun for our beloved brotherhood community..

    Like

    Reply

  17. semenjak saya membaca Artikel ini dari awal sampai akhir mengenai Lintas SARA . saya melihat artikel baik penulis maupun saudara Leaon tidak meng CUT hubungan itu dari awal .

    saya yakin saudara leaon sudah tahu budaya indonesia dan kondisi keluarga nya . saudara leaon juga tau bahwa seorang wanita yang sedang bersamanya beda ras dan Agama dan TAHU kalo keluarganya pasti tidak akan menerima dia.

    kalau saudara sudah tau dari awal bahwa hubungan ini tidak baik dan terlarang kenapa anda meneruskan hubungan itu ? akan jauh lebih mudah bila anda pisah baik baik sebelum hubungan itu semakin dekat. THINK AGAIN!!!

    Maaf jika saya berkata agak tegas , terkadang EGO yang membuat seseorang nekad menjalin hubungan terlarang entah karena dia cantik , baik dsb . saya juga tidak tau apa yang membuat anda nekad menjalin hubungan yang jauh lebih dalam walaupun sebenarnya anda tau bahwa hubungan itu terlarang. THINK AGAIN!!!!

    saya ingin berbagi pengalaman yang mungkin bisa jadi pelajaran berharga tiap orang yang hendak menjalin hubungan lintas SARA

    saya pribadi pernah di sukai wanita yang beda Ras dan suku. dia baik , cantik , perhatian dsb bahkan hendak mengungkapkan perasaannya di hari ulang tahunnya. saya lumayan tertarik dengan dia tapi saya tau bahwa saya tidak mungkin dengan dia.
    akhirnya dengan berat hati saya sengaja tidak menghadiri pesta ulang tahunnya .
    dia sedih ? pasti , dia sakit hati? ya , tapi lebih baik SAKIT HATI sekarang dari pada sakit hati di kemudian hari

    THINK AGAIN

    Like

    Reply

  18. keputusan yang diambil sangat tepat karena lintas SARA sudah sangat kuat tertanam dalam masyarakat . untuk indonesia yang menganut paham ketimuran yang sangat kuat saya rasa jika di teruskan akan menimbulkan kekacauan.

    Like

    Reply

  19. hi bro kei

    wah kebeneran nih ane juga gan…hahhaaha..beda agama sama pacar ane🙂

    tapi ente jgn khawatir,gua dah pertegas dari awal,bahwa nanti kalo dia ngga mau,pake kawin ktp di agama aja,trus balik lagi ke agama dia,beres,krn saya org yg tidak terlalu mempermasalahkan agama,krn semua berpaling dari diri sendiri,dan Tuhan cuma 1+idup udah susah,mau cari makan susah,jaman edan,jangan ditambah lagi dng keegoisan dari warisan nenek moyang ini ,sudah saatnya kita revolusi dan menyaring yg baek dan sesuai dng jaman internet🙂

    cara saya dulu supaya dak kejadian seperti ini : ya saya tentukan dulu KRITERIA saya ,saya mau cewek dari RAS apa,agama apa,suku apa,dan budaya apa…dan kebeneran RAS nya sama sprti gua,cuma beda agama aja..sisanya cukup…thnx banget buat artikel2 HS yg udah menyuruh kita menentukan kriteria2 cewek dan saya pegang teguh kriteria tersebut..makanya dak terlalu dalam masalahnya..cuma beda agama doank

    kalo gua jadi leaon?
    wah gimana ya….hmm////hm…..mungkin saja saya akan lepaskan,krn saya dak mau susah2+saya dak mau jadi co superhero lagi-jaman dulu saya pria berkuda putih+melow+bertepuk sebelah tangan-..krn kan awalnya kejebak dari just friend sampe ke not ordinary friend ..gitu kan?mungkin hati dan perasaan dah deket,jadi susah melepaskan..tp kalo gua?kami sama2 yg harus milih dan tegas dari awal..mau teruskan sama gua atau ngga..krn keluarga gua rada ketat dikit sama urusan SARA gini.

    Like

    Reply

  20. Yap.. saya juga pernah mengalaminya beberapa tahun yang lalu. pada saat itu yang terjadi adalah saya terlalu lembek. dan yang terjadi adalah keterpurukan yang sangat dalam. sampai hampir merenggut nyawa saya. tapi, setelah semuanya berlalu. sekarang saya hanya bisa tersenyum membaca sedikit artikel dari kei. dan merelakan semuanya.

    Life’s must go brother!!
    -Vein Al-Ghazz-

    Like

    Reply

  21. Lintas SARA memang masalah yang cukup umum, gw pernah pacaran dengan ce yang beda agama, banyak kendala emang, terakhir kita sepakat untuk menghentikan hubungan ini.

    Tentang Ras, gw chinese, sebenarnya gw sangat suka dengan ce pribumi, tapi karena sudah tahu pihak keluarga pasti tak setuju, so gw selalu stop duluan sebelum mulai.

    Like

    Reply

  22. terimakasih buat semua suportnya, skali lgi terimakasih brother kei
    dan pada akhirnya keputusan saya. kami tetap berhubungan, tapi sebagai seorang kakak dan adik,

    mungkin terlihat ngaco sch, tapi ini keputusan bersama qta, paling ngak dia tahu dan ngerti bahwa hubungan ini tidak bisa berlanjut, saya ngerti ini mungkin berat buat sunny tapi saya yakin dia bisa,

    sebenarnya kalo saya menghilang dari dunia nya, ini akan lebih baik buat qta berdua, dan ini akan menjadi kenangan termanis dalam hidupnya, namun akan sangat menyakitkan buat dia, paling tidak untuk beberapa bulan, atau mungkin tahun di kehidupanya.

    saya sadar saya tidak bisa menjadi superhero, tpi saya yakin bisa menjadi teman yang baik, karena saya pernah meraskan apa yang dia rasakan tentang perjuangan hidup, minimal saya bisa memberi suport dia dan senyuman di kehidupanya🙂

    saya yakin bisa membimbingnya untuk lebih mengerti ttg cinta, dan saya akan lebih bahagia ketika dia kelak menikah dg pria dewasa yang mampu menerima dia apa adaya dan tentunya satu tujuan hidup dg nya (satu agama)

    hal yang qta lakukan saat ini adalah mengurangi intensitas bertemu dan berhubungan, dan ketika bertemu hanya ada aktivitas seperti halnya seorang teman, tau kan maksut saya🙂

    Like

    Reply

  23. berdasarkan pengalaman saya menjalani hubungan lintas SARA selama ini, biasanya yang bermasalah ada pada keluarga ceweknya.
    Saya pribumi dan sudah berpacaran sekitar 6 kali dengan wanita keturunan chinese, dan hampir semua keluarga mereka melarang mereka melanjutkan hubungannya dengan saya.

    Dari saya sendiri saya tidak masalah bila berhubungan lintas SARA dengan wanita, karena saya berpikir bahwa saya pria, dan saya bertanggung jawab penuh atas hidup saya sendiri, dan segala pilihan saya dan lagipula saya yang menjalaninya.

    pengalaman saya jika keluarga si cewek sudah melarang biasanya hubungan akan menjadi tidak nyaman lagi, saya tidak memaksakan lagi hubungan tersebut. saya malah jadi kasihan ma ceweknya yang kadang berjuang untuk mempertahankan hubungannya dengan saya.Dan si cewek sendiri terkadang bingung antara memilih keluarganya atau saya.

    Dan jika dipikir panjang memang yang menjalani hubungan tersebut jika dibawa ke tahap yang lebih intim tidak hanya saya dan si cewek, tapi juga keluarga ke dua belah pihak.

    Saya lebih memilih untuk mengakhiri hubungan tersebut, karena saya ingin mencari hubungan yang bisa saya jalani dengan nyaman, dimana saya bisa diterima dan diakui.

    Like

    Reply

  24. halo fren, saya ingin bertanya, kalau begitu apakah sebaiknya kita sejak awal menghindari untuk foolow up/berhubungan lebih dekat pdkt ke lintas SARA? karena mencegah hal itu terjadi mungkin lebih baik, thanks

    Like

    Reply

  25. Wah thx….
    saya juga ngalami hal yang sama….
    cuma saya sudah in relation sama dy….
    tapi intinya kayaknya tetep sama…
    yang penting itu Komunikasi…
    yang pasti kita harus TEGAR dan TEGAS!!!!!
    Jangan LEMBEK!!!!!

    Like

    Reply

  26. Sebagai orang yang dibesarkan dalam keluarga-lintas-SARA yang menurut saya juga kurang begitu harmonis, jika saya berada dalam posisi saudara kawan Leaon saya akan memilih mundur teratur. Saya akan lebih mempertimbangkan restu dari orang tua (yang tentunya tidak akan menyetujui hubungan lintas SARA). Saya pribadi mungkin akan merasa sedikit ada kekurangan jika saya tidak bisa menjalankan ibadah kepada Sang Pencipta bersama – sama dengan seseorang yang menjadi pendamping hidup saya. Dan tembok yang akan dihadapi tentunya akan sangat besar.
    I feel you brother..

    Salam dari Kota Bengawan
    C-V-Dmn

    Like

    Reply

  27. Thx pas banged….
    saya juga lg ngalami hal ini….
    tapi bedanya saya sama si dy sudah in relationship….
    tapi intinya jelas….
    TEGAS dan TEGAR….!!!! Jangan LEMBEK…!!!!

    Like

    Reply

  28. Well, benar kata abang kei.
    Ini faktor eksternal yang tidak bisa dikendalikan secara langsung. Beda ama faktor internal yang bagaimanapun juga bisa diperbaikin.
    Lihat semua faktor dulu, keluarga n agama terutama.

    Like

    Reply

  29. yo xxxx leaon,
    i feel you bro,
    sama seperti yg laen si, yg penting kalo buatku pengambilan keputusan yg pasti dan tanggung jawab atas keputusan itu🙂

    itu hidupmu bro, aku pribadi ga mw ngutak utik, cuma aku bakal mensupportmu atas keputusan yg kamu ambil

    sini maen ke jogja, lama ga bersua😀

    Like

    Reply

  30. Apa yang diceritakan disini memang benar nyata adanya dan sayapun pernah melaluinya.

    Bibit bebet bobot merupakan hal yg sering diutarakan oleh orangtua sejak dulu kala.

    Banyak sebenarnya hubungan lintas SARA dari lingkungan keluarga saya, dan benar mereka bisa langgeng karena mereka sudah tau negative dan positivenya hubungan mereka dan keyakinan mereka untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya hingga mereka berani melangkah untuk menghadapi realitas kehidupan dan menghadapi opini yang akan muncul dr pihak keluarga bahkan masyarakat ttg hubungan lintas SARA.

    Untuk lintas Suku sudah lumrah terjadi saat ini, untuk lintas Agama masih jadi perdebatan karena agama bukan untuk diperjualbelikan, tetapi ada juga sikap liberal yg menunjukkan bahwa Agama menjadi hal yg sangat pribadi dan orang lain tidak perlu tau, dan untuk lintas Ras juga sudah mulai banyak tetapi terkendala mirip dengan Suku yaitu tentang meneruskan Ras atau Suku asli mereka dimana yang menjadi kebanggaan masyarakat jaman dahulu untuk memperkenalkan Ras atau Sukunya masing2 yang dianggap mulia. So pikir baik2 sebelum menikah untuk bahtera yg baik ya.

    Sekian dan terimakasih untuk Kei atas tulisan Kerennya dan selalu ditunggu karya2nya.

    -white-

    Like

    Reply

  31. Aku pernah ngalamin hal yang sama,beda keyakinan cm msh WNI…

    Aku memilih ‘mundur’ teratur,tp bukan berarti ‘pengecut’!
    menyakitkan memang tp apa yang aku ambil jg sbuah keputusan kberanian,jangan pernah disesali apalagi smp termehek-mehek..:) DAN JANGAN PLIN-PLAN! karena hanya akan smakin menyakiti diri sendiri dan si dia…

    Betul apa yg disampein ffeebbyy,TEGAS DAN TEGAR DENGAN KEPUTUSAN YANG DIAMBIL,jangan pernah lagi lihat ke belakang…coz you’re glossy man!🙂

    -alumni HS-

    Like

    Reply

  32. kalo saya ada di posisi leaon, saya bakalan bingung cari kata-kata buat posting comment di thread ini.

    *belajar dari pengalaman
    ga bisa memiliki bukan karna gak cinta tapi karna banyak faktor eksternal yang menghalangi emang gak banget. apapun yang bakal dipilih sama leaon mo LANJUT/GAK yang paling penting adalah –> “TEGAS DAN TEGAR DENGAN KEPUTUSAN YANG DIAMBIL” pertimbangkan dengan baik,jangan kebawa emosi sesaat.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s